"Waktu itu sepi memang ada wanita dua yang menolong, dan satu orang dari masjid menolong," kata dia.
"Saya pokoknya langsung di bawa ke RS Permata Bunda, Soekarno-Hatta waktu itu," imbuhnya.
Murni Kecelakaan atau Teror Kasus Dugaan Suap Liga 3 Jatim?
Akibat peristiwa tabrak lari itu, berbagai spekulasi berkembang. Ada dugaan bahwa Zha Eka Wulandari sengaja dicelakakan lantaran kasus upaya suap pertandingan Liga 3 Jatim yang melibatkan pemain dan kitman Gestra Paranane FA.
Baca Juga:Komdis PSSI: Ada Dugaan Suap ke Pemain - Ofisial Klub Liga 3 Jatim
Seperti diberitakan, Gestra Paranane FA memecat dua pemain dan satu official terkait dugaan kasus pengaturan skor atau match fixing. Tiga orang yang dipecat itu berinisial AC, HPS, dan DGR. Mereka terindikasi terlibat dalam praktik kotor dugaan pengaturan skor pertandingan.
Komite Disiplin PSSI Jatim bahkan telah memutuskan sejumlah pihak terbukti bersalah terkait percobaan suap pada pertandingan Liga 3 Jatim yang mempertemukan Gestra Paranane FA dengan Persema Malang dan NZR Sumbersari.
Tak sampai di situ, PSSI telah resmi mengadukan kasus percobaan suap pertandingan itu ke Polda Jatim, Senin (22/11/2021). Polisi menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi dugaan kasus suap Liga 3 Jatim, hari ini.
Apakah ada keterkaitannya peristiwa kecelakaan dengan dugaan teror proses hukum kasus percobaan suap pertandingan, Zha enggan berspekulasi. Namun jika benar, Ia menegaskan tidak akan pernah takut.
"Saya ya tetap berani bersuara. Mental tetap kuat," kata dia.
Baca Juga:Persema Malang Dukung Pelaporan Kasus Dugaan Pengaturan Skor di Liga 3 Jatim
"Saya semakin yakin bahwa ada praktik-praktik seperti itu," imbuhnya.