alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polisi Sebut Novi Alami Depresi Sebelum Ditemukan Tewas Minum Racun di Makam

Muhammad Taufiq Sabtu, 04 Desember 2021 | 15:39 WIB

Polisi Sebut Novi Alami Depresi Sebelum Ditemukan Tewas Minum Racun di Makam
Lokasi makam tempat bunuh diri selebgram Mojokerto [foto: Suarajatimpost]

Kepolisian membenarkan kalau mahasiswi asal Mojokerto yang berkuliah di Malang mengalami depresi sebelum ditemukan tewas di makam ayahnya.

SuaraJatim.id - Kepolisian membenarkan kalau mahasiswi asal Mojokerto yang berkuliah di Malang mengalami depresi sebelum ditemukan tewas di makam ayahnya.

Seperti disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Gatot Repli Handoko. Kepolisian Mojokerto, kata dia, juga sudah mengklarifikasi dan bertemu orang tua korban.

Polisi sempat datang ke rumah sakit, mengklarifikasi kasus tersebut dan memanggil kedua orangtuanya. Dari sana kemudian polisi mengetahui kalau korban mengalami depresi.

"Kita klarifikasi, kita kontruksis, kita panggil orang tuanya, lah akhirnya kita ketahui depresi, beberapa kali mencoba minum potasium makanya ibunya ga mau untuk diotopsi, tapi kita menindaklanjutinya dengan semua pihak yang terkait dengan pemeriksaan itu," kata Gatot, Sabtu (04/12/2021).

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasusnya Novi, Mahasiswi Asal Mojokerto yang Tewas di Makam Ayahnya

Gatot juga membenarkan kalau Novi meninggal di makam. Kasus tersebut kini ditangani kepolisian Mojokerto. "Jadi terkait informasi viralnya kejadian itu sudah ditindak lanjuti Polres Kabupaten Mojokerto, benar ditemukan tanggal 2 (Desember 2021) seorang wanita meninggal dunia di makam," kata Gatot.

Saat ditanya apakah Novi korban perkosaan? Gatot mengatakan jika Polda Jatim akan mendalami kasus tersebut.

"Itu kita butuh pendalam khusus, terkait informasi bunuh dirinya kita konfirmasi dulu kan kita belum temukan, tapi yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan oleh propam untuk diklarifikasi. Sementara masih dugaan," ungkapnya.

Gatot kembali melanjutkan, jika keluarga dari Novi menolak untuk melakukan otopsi dari jenazah korban.

"Korban ini belum diotopsi karena orang tua gak mau. Backup sudah dibentuk tim dari krimum (kriminal umum) dengan polres mojokerto. Kita masih menindaklanjuti informasi yang beredar di medsos," ujarnya menandaskan.

Baca Juga: Usut Kasus Bunuh Diri Mahasiswi UB, Pacar NW Diperiksa Propam

Sebelumnya, Kapolsek Sooko AKP Shohibul Yakin membenarkan jika menerima laporan adanya warga ditemukan meninggal dunia bunuh diri karena depresi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait