Si adik kemudian mengatakan jika mereka beruntung bisa selamat. Dia juga menyampaikan kondisi sekitar.
"untung slamet, tapi wit-wit ndek kene rubuh kabeh gede-gede (beruntung selamat, tapi pohon-pohon disini roboh semua besar-besar)," ujarnya.
"muduno mlaku, kene kepikiran kabeh, mlaku. mlakuo alon-alon wes tinggalen. mlakuo wes alon-alon (turun jalan kaki, di sini kepikiran semua, jalan kaki. Jalan kaki pelan-pelan, sudah tinggalin. Jalan kaki pelan-pelan)," ujar si ibu lagi dengan nada panik.
"kuatir onok susulan (khawatir ada susulan)," imbuh sang adik.
Baca Juga:Update Korban Meninggal Akibat Letusan Semeru Jadi 22 Orang, 2.004 Warga Mengungsi
"muduno nak muduno (turun nak turun)," ujar si ibu.
Sambungan video call tersebut pun sempat terjeda. Hal itu membuat si adik semakin panik.
"halo mas, ayo mas muduno kuatir onok susulan. mas mas mas," teriak si adik.
"muduno alon-alon nak, muduno, ambe bapakmu barang jak en (turun pelan-pelan nak, turun, sama ayahmu diajak sekalian)," kata si ibu.
Si adik pun kembali melakukan panggilan video kepada sang kakak yang diketahui bernama Sugeng tersebut. Dari raut wajahnya tampak panik karena telfon tersebut tak kunjung diangkat oleh sang kakak.
Baca Juga:Waspada! Debu Vulkanik dari Gunung Semeru Rentan Sebabkan Infeksi Pernapasan
"kok ngga diangkat," ujarnya dengan nada lemah.