Kabupaten Nganjuk terletar di dataran rendah dan area pegunungan. tanahnya cukup subur hingga lahannya banyak digunakan untuk menanam tanaman pangan maupun berkebunan. Nganjuk didukung pengairan dari Sungai Widas dan Sungai Brantas.
Bawang merah menjadi salah satu andalan Nganjuk. Kementerian Pertanian bahkan menjadikan Nganjuk sebagai daerah penghasil bawang merah, bersama dengan Brebes, Bima dan Solok. Petani bawang merah banyak dijumpai di kecamatan Rejoso, Gondang, Bagor dan Wilangan.
Penduduk Kabupaten Nganjuk
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk tahun 2019, jumlah penduduk Nganjuk mencapai 1.054.611 jiwa. Jumlah ini mengalami peningkatan 35.593 jiwa dibanding total jumlah penduduk tahun 2010, sebanyak 1.019.018.
Baca Juga:Mensos Risma Soroti Molornya Penyaluran 7.000 Kartu Bansos di Nganjuk
Kecamatan Tanjunganom menjadi wilayah terpadat dengan total jumlah penduduk 114.220 jiwa. Lalu diikuti kecamatan Ngronggot dengan 79.378 jiwa dan kecamatan Loceret dengan 70.551 jiwa.
Sementara kecamatan Ngluyu menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit di Ngajuk dengan 13.834 jiwa. Kecamatan ini memang hanya terdiri dari enam desa saja atau jauh biila dibandingkan dengan Tanjunganom yang terdiri dari dua keluurahan dan 14 desa.
Wisata Kabupaten Nganjuk
Wisata Kabupaten Ngajuk lebih didominasi kekayaan alam. Mulai dari air Terjun Sedudo, Air Terjun Singokromoo, Air Terjun Gedangan, goa Margo Tresno, Air Terjun Tirto Panji hingga Air Terjun Putri Wilis. Sedudo menjadi yang paling terkenal karena memiliki ketinggian air terjun mencapai 105 meter.
Namun, ada pula peninggalan sejarah, seperti Candi Ngetos dan Candi Lor. Candi Ngetos didirikan pada zaman kerajaan Majapahit abad ke-15. Sementara Candi Lor dibuat pada masa kerajaan Medang atau Mataram Kuno sekitar tahun 937 Masehi. Kala itu, wilayah Kabupaten Nganjuk masih bernama daerah Anjuk Ladang.
Baca Juga:CEK FAKTA: Billie Eilish Lahir di Nganjuk, Benarkah?
Sementara untuk wisata kekinian ada The Legend Waterpark Kertosono. Di sini tersedia berbagai wahana air yang banyak diminati warga Nganjuk maupun daerah di sekitarnya, seperti Jombang, Kediri dan Madiun. Keunikan tempat ini terlihat dengan penambahan ornamen patung dinosaurus di berbagai sudut.