facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penerapan PTM 100 Persen di Gresik, Khofifah Minta Kantin Sekolah Tetap Tutup

Muhammad Taufiq Selasa, 04 Januari 2022 | 15:05 WIB

Penerapan PTM 100 Persen di Gresik, Khofifah Minta Kantin Sekolah Tetap Tutup
Gubernur Khofifah berkunjung ke sejumlah sekolah di Gresik [SuaraJatim/Amin Alamsyah]

Seluruh sekolah di Kabupaten Gresik kini sudah mulai menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

SuaraJatim.id - Seluruh sekolah di Kabupaten Gresik kini sudah mulai menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Penerapan PTM berlaku wajib mengingat capaian vaksinasi tenaga kependidikan di Gresik sudah terpenuhi.

Memastikan PTM berjalan lancar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani melakukan peninjauan di dua sekolah di Gresik, pada Selasa (4/1/2022). Yakni SMK Negeri Cerme dan SMA Negeri 1 Cerme.

Gubernur Khofifah mengatakan, persiapan PTM 100 persen ini menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang panduan pembelajaraan di masa pandemi. Termasuk meneyesukaikan berapa persen capaian vaksinasi terpenuhi.

"PTM 100 persen bisa digelar, jika vaksinasi dosis kedua sudah melebihi 80 persen. Termasuk capaian vaksinasi lansia berada di atas 50 persen," katanya.

Baca Juga: Semen Gresik Tutup 2021 dengan Berbagai Prestasi Gemilang

Di Jawa Timur sendiri, sudah ada 24 kabupaten / kota, termasuk Gresik, sudah memberlakukan PTM 100 persen. Kendati sistem pembelajaran kembali seperti biasanya, tetap saja ada aturan yang tidak boleh dilanggar.

"PTM digelar dengan durasi pembelajaran satu hari hanya 6 jam. Sedangkan kondisi kantin tidak boleh buka, siswa diharapkan membawa bekal sendiri dari rumah," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, PTM 100 persen kali ini pada dasarnya bersifat wajib, dibanding dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, PTM pada tahun lalu, sekolah tak bisa memberi sanksi kepada siswa yang tidak masuk kelas, gara-gara orangnya tidak memberi izin.

Sementara itu, salah satu siswa SMK Cerme Mulifatul Nurjanah (17) mengaku, lebih senang pembelajaran tatap muka dariapa pembalajaran online. Selain bisa bertemu langsung dengan siswa lain, PTM lebih mudah mencerna mata pelajaran sekolah.

"PTM 6 jam saya rasa masih kurang, untuk kebutuhan mata pelajaran pokok dan praktik. Biasanya untuk memenuhi kebutuhan kami belajar pada waktu siangnya selepas sekolah," katanya menegaskan.

Baca Juga: Bupati Gresik Pecat Dirut PDAM, Buntut Pakai Anggaran Tak Sesuai Perencanaan

Kontributor : Amin Alamsyah

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait