facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Kolam Renang Plaza Marina Berantakan Tak Terawat Gegara Pandemi Covid

Muhammad Taufiq Selasa, 25 Januari 2022 | 19:07 WIB

Viral Kolam Renang Plaza Marina Berantakan Tak Terawat Gegara Pandemi Covid
Kondisi kolam renang di Plaza Marina Surabaya [Foto tangkapan layar TikTok]

Viral di grup-grup medsos warga Surabaya keadaan kolam renang Plaza Marina tampak tak terawat, seperti yang ditunjukan oleh video unggahan @surabayaterkini di TikTok.

SuaraJatim.id - Viral di grup-grup medsos warga Surabaya keadaan kolam renang Plaza Marina tampak tak terawat, seperti yang ditunjukan oleh video unggahan @surabayaterkini di TikTok.

Kondisi tak terawatnya kolam tersebut dibenarkan oleh General Manager Plaza Marina, Fransisca Budiman, saat dihubungi Suarajatim.id. Dia menjelaskan, tutupnya kolam renang Plaza Marina disebabkan adanya Pandemi Covid 19.

"Awal pandemi 2019 pada waktu pemerintah masih belum menutup resmi tempat wisata, kita tutup dulu bulan Februari - Maret 2020 awal covid. Saya berusaha bertahan karena tidak disangka covid sepanjang ini, berpikir waktu itu beberapa bulan lagi terbebas dari pandemi ini, tapi kenyataannya sampai bertahun-tahun," ujar perempuan yang akrab disapa Sisca, Selasa (25/1/2022).

Ia pun menceritakan kronologi tutupnya kolam renang, yang punya kenangan tersendiri bagi anak sekolahan di Surabaya. Terlebih lagi, kolam renang ini juga bekerjasama dengan beberapa sekolah di Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Punya Industri Kuliner yang Menjanjikan, Hangry Buka 3 Outlet Sekaligus di Kota Ini

"Kita sudah bertahan hampir 8 bulan sejak covid masuk, tak kunjung reda dan meningkat ada PSBB. Kolam renang kerja sama dengan hampir semua sekolah negeri di Surabaya, mulai dari playgroup, SMA, SMK, SMU pada saat itu ada eskul,"

"Pada saat itu sekolah berhenti total, online semua. Saya merasa tdk mungkin ada masa depan kolam seperti ini. Karena sebagai orang tua saya akan khawatir melihat anak saya berenang . Sementara saat itu kita tidak tahu pasti apakah semikel kolam renang ini akan membunuh virusnya 100%," imbuhnya.

Selain itu, manajemen juga lebih memilih keselamatan dan kesehatan pengunjung. Terlebih lagi, di area kolam renang bisa dipastikan tidak bisa menjaga protokol kesehatan bagi para pengunjung.

"Tapi apa pun itu, kita menjaga jangan sampai terjadi klaster, apa lagi berenang menjaga jarak itu sangat tidak mungkin dilakukan. Target market kita anak-anak remaja, sekolah, anak-anak di bawah 5 tahun. Kami merasa lebih baik memprioritaskan keselamatan dan kesehatan mereka, akhirnya kita memutuskan dengan berat hati, sedih hati, akhirnya kolam renang ditputuskan tidak beroperasi lagi," ungkapnya.

Sementara, untuk karyawan dari kolam renang sendiri, dialihkan pada tempat lainnya, seperti parkiran plaza maupun keamanan.

Baca Juga: Bos Persebaya Tak Ambil Pusing soal Rumor Persis Solo Inginkan Taisei Marukawa

"Ada pasti, disini ada timsar, tadinya masih dipertahankan ke penjaga parkir, tadinya masih dialihkan tapi tidak kunjung hilang covidnya. Akhirnya efisiensi karyawan. Ada sekitar 15-20 orang," terang Sisca.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait