Menengok Perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Hok Sian Kion Mojokerto, Warga Lintas Agama Turut Bantu Persiapan

Tak hanya warga Tionghoa, warga dari umat agama lain juga turut membantu persiapan perayaan Imlek di Klenteng Hok Sian Kiong, Klenteng tertua di Kota Mojokerto.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Selasa, 01 Februari 2022 | 16:10 WIB
Menengok Perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Hok Sian Kion Mojokerto, Warga Lintas Agama Turut Bantu Persiapan
Komunitas Gusdurian membantu warga Tionghoa menyiapkan perayaan Imlek di Klenteng Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto, Selasa (1/2/2022). [SuaraJatim/Zen Arifin].

SuaraJatim.id - Gemuruh suara tambur menggema di pelataran Klenteng Hok Sian Kiong. Lion, sang naga merah melenggak- lenggok di tengah kepungan anak-anak dari berbagai lintas agama, suku dan kepercayaan.

Meski tak ada parade kebudayaan dan tak semeriah tahun-tahun sebelumnya, perayaan Imlek tahun ini tetap ditunggu-tunggu warga Kota Mojokerto. Tak hanya masyarakat Tionghoa, warga lokal pun begitu antusias merayakannya.

Ya, Mojokerto memang dihuni warga dari berbagai suku, agama, ras dan kepercayaan. Namun, perbedaan itu tak pernah menjadi sekat. Warga di Bumi Majapahit ini begitu toleran, bersatu padu menjaga kerukunan.

Perayaan Imlek di Klenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto.[SuaraJatim/Zen Arifin]
Perayaan Imlek di Klenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto.[SuaraJatim/Zen Arifin]

"Sejak beberapa hari lalu, bersama teman-teman, berupaya membantu saudara kita umat Tri Dharma yang hendak merayakan Imlek. Tidak hanya teman-teman muslim, tapi juga ada dari kristen dan lainnya," kata M Kholilulloh, pengurus Gusdurian Mojokerto, Selasa (1/2/2022).

Baca Juga:Mengenal Lebih Dekat Sejarah Gambang Kromong, Kesenian Akulturasi Budaya Tionghoa dan Betawi

Begitu banyak persiapan yang sudah dilakukan, mulai proses pembersihan patung dewa, pemasangan lampion, hingga persiapan atraksi Lion dan barongsai. Selain menyambut para pejabat pemangku daerah, atraksi Lion dan Barongsai ini juga untuk mengobati rasa kangen setelah dua tahun sang naga tak mengudara.

"Semangat kami yakni persatuan. Kami ingin menjaga agar tradisi dan kerukunan di Kota Mojokerto ini tetap terjaga. Tidak hanya saat Imlek, saat Idul Fitri teman-teman agama lain juga selalu membantu, begitu juga saat Natal dan inilah bentuk kerukunan warga Mojokerto," ucapnya.

Menangkap ampau, menjadi akhir antraksi Lion setelah lama berdiam di dalam gudang. Gemuruh tepuk tangan dari para penonton yang didominasi anak-anak itupun membuat bibir para pemain Lion tersenyum. Seakan membayar lelah setelah hampir 1 jam menarbangkan sang naga.

Sementara, sejumlah umat Tri Dharma nampak berjajar rapi di riang Macko dalam Klenteng. Begitu khusyuk mereka memanjatkan doa. Cahaya terang dari lilin-lilin berukuran besar menambah sakral upacara doa setahun sekali itu.

"Api lilin sebagai simbol dapat hoki, apinya tambah nyala, hidupnya tambah lama, artinya rejeki kesehatan tahun ini tambah banyak juga. Lilin ini harus hidup terus," sambung Gede Sidarta Pengurus Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong.

Baca Juga:Imlek di Petak 9 Glodok, Cerita Agus dan Sopi Beradu Sabar Menanti Angpao di Mulut Vihara

Pria yang akrab disapa Pak Gede ini menuturkan, perayaan Imlek tahun ini memang tak semeriah dua tahun silam. Tak ada pawai kebudayaan yang melibatkan masyarakat Kota Mojokerto seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya antraksi Lion dan Barongsai di pelataran Klenteng.

"Ini tadi hanya ibadah terbatas, karena masih ada Covid-19. barongsai hanya untuk penyambutan Forkopimda, meski tidak ada acara Barongsai, beliau-beliau pasti selalu datang," kata Gede.

Gede tak memungkiri, meski dirayakan sederhana, perayaan Imlek tahun ini sudah disiapkan sejak beberapa hari lalu. Tak hanya warga Tionghoa, warga dari umat agama lain juga turut membantu persiapan perayaan Imlek di Klenteng Hok Sian Kiong, Klenteng tertua di Kota Mojokerto.

"Meski terbatas, kita lihat sendiri antusias warga Mojokerto sangat tinggi. Ini menunjukan toleransi antar umat beragama di sini semakin besar," kata Gede.

Sementara lanjut Gede, tanggal 1 Februari 2022 menandai awal tahun Ren Yin, elemen ke-39 dari siklus enam tahun China. Macan atau Yin dipasangkan dengan batang langit Ren yaitu air, sehingga disebut sebagai tahun macan air.

"Macan air adalah nama tahun ini, dimana tahun ini penuh dengan keberuntungan-keberuntungan. Semoga tahun ini pandemi Covid-19 segera berlalu dan persatuan tetap terjaga," tutup Gede. 

Kontributor: Zen Arifin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak