Kisah Abing, Guru SMK 12 Surabaya yang Viral Ajak Muridnya Menari dalam Kelas

Keinginan Abing Santoso, Guru SMKN 12 Surabaya, menjadi seniman tari tidak lah mudah. Ia harus lebih dulu menghadapi ujian tidak direstui oleh orang tuanya.

Muhammad Taufiq
Senin, 18 April 2022 | 15:50 WIB
Kisah Abing, Guru SMK 12 Surabaya yang Viral Ajak Muridnya Menari dalam Kelas
Viral aksi guru di Surabaya ajak murid-muridnya menari di kelas [Foto: Tangkapan layar Instagram]

Sebelumnya, dia tak tertarik dengan seni tari yang ia tekuni. Ia sendiri merasa terjebak pada waktu ia menerjuni seni tari. Bahkan sebelum ia masuk ke SMKN 12, dia sendiri sempat terdaftar di SMKN 1 Blitar jurusan Kelistrikan.

"Awalnya enggak suka, enggak ada respeck seni tari, tapi 6 bulan, 1 tahun, masuk kelas 2 apa yang ada di depan saya maksimalkan, saya berusaha mencintai seni tari apa pun hasilnya nanti saya terus berlatih. Hingga sekarang sudah mendarah daging, sudah menekuni dan mencintai seni tari tersebut, sehingga jadi guru dan dosen dari imbas tersebut," ungkapnya.

Saat ini, Abing sendiri sudah menjadi pengajar di SMKN 12 dan STKW Surabaya. Dia juga mengikuti komunitas seni di Surabaya, bahkan terakhir dirinya sempat melakukan pentas tari di Singapura.

"Perform saya tari paling jauh di Singapore. Sebenarnya minggu depan saya berangkat ke Turki, berhubung viral akhirnya anak 7 dari komunitas yang berangkat. Tarian nusantara sesuai permintaan. Indonesia sering, Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, Solo, Jogja dan Jatim sendiri," ucap Abing.

Baca Juga:Naik Excavator, Aksi Heroik Para Tukang Selamatkan Seekor Anjing dari Arus Air Banjir Pujian Publik

Karena sudah mencintai seni tari, dia terus mencoba mengupayakan pelestarian seni yang sudah ia Selami ini. Bahkan dalam strategi mengajar pada para muridnya sendiri, tak tanggung-tanggung ia juga mengasosiasikan pada beberapa platform media sosial.

"Kita melalui metode pengajaran, sosial media, sering mengapresiasi seni dan budaya untuk anak, anak sering sharing dan diskusi. Anak-anak, teman saling kolaborasi, terus berjalan menularkan ke generasi sekarang," ujarnya.

"Saya pakai FB, Instagram, twitter, youtube, tiktok. Tarian dinaikkan ke semua platform. Sayangnya Tiktok ke banned 2 kali minggu ini, karena yang diupload pakai seragam pendidikan, awalnya konten tentang tarian, begitu upload pakai seragam kebanned, ada 11 video," katanya menegaskan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini