Tak hanya sekadar menjadi peserta pemilu, pihaknya juga telah memetakan sejumlah target konstituen. Bernafas nasional, PKN akan menyasar semua kalangan.
"Ada seniman, sastrawan, keluarga kraton, tokoh agama, masyarakat hukum adat, semua bisa bergabung. Termasuk, jaringan potensi lain yang bila dikumpulkan, kami yakin lebih cepat," katanya.
Termasuk, peluang menarik kader partai lain. Seperti halnya para mantan kader Partai Demokrat hingga Partai Hanura.
"Bila kita berhasil lolos dan ikut pemilu, pasti semua partai yang tak lolos itu akan menjadikan PKN sebagai opsi pertama untuk bergabung," kata mantan politisi Partai Demokrat ini.
Baca Juga:Pindah Haluan ke PKN, Gede Pasek Bantah Berkonflik dengan Ketum Hanura Oso
Sebelum bergabung di PKN, Gede Pasek dan Kelana sebelumnya bertemu di Partai Hanura. Saat Kelana menjadi Ketua Hanura Jatim, Gede Pasek merupakan Sekjend DPP Hanura.
Menjawab tantangan Gede Pasek, Kelana bergerak cepat. "Yang jelas kami akan fokus memenuhi seluruh persyaratan agar bisa memenuhi persyaratan KPU dan lolos verifikasi. 100 persen Jatim sudah bisa dipenuhi," katanya.
Ia tak memungkiri, waktu 2,5 bulan merupakan tantangan baginya. Dalam waktu yang ada, pihaknya menargetkan bisa menyusun struktur di 38 kabupaten/kota dan 75 persen dari total kecamatan se-Jatim.
"Untuk sekarang, kabupaten/kota yang belum tinggal 2 daerah saja. Sedangkan untuk kecamatan, sudah terbentuk di sekitar 199 kecamatan atau 30 persen dari total kecamatan," kata Kelana.
"Kami yakin akhir Juli bisa memenuhi target. Sambutan masyarakat di daerah juga luar biasa," katanya.
Baca Juga:Gede Pasek: PKN Tidak Ada Kaitannya dengan Moeldoko, AHY dan SBY!
Setelah seluruh target selesai, maka selanjutnya adalah menargetkan suara di pemilu. "Kami selesaikan dahulu tahapan di persiapan pendaftaran. Kami belum akan membicarakan hal lain," katanya menandaskan.