- Jembatan Kaca Bromo dijadwalkan mulai beroperasi untuk wisatawan pada akhir musim libur sekolah bulan Juni 2026 mendatang.
- Pengelola resmi telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengoperasikan infrastruktur wisata seluas 2.429 meter persegi di kawasan Bromo.
- Manajemen berkomitmen menjamin keselamatan pengunjung melalui prosedur ketat sekaligus memberdayakan masyarakat lokal serta pelaku UMKM setempat.
SuaraJatim.id - Bayangkan berdiri di ketinggian, di mana kaki Anda seolah berpijak pada udara transparan sementara kabut tipis Bromo mengalir di bawahnya. Sensasi mendebarkan sekaligus memukau ini tidak lama lagi bukan sekadar impian.
Jembatan Kaca Bromo, ikon baru pariwisata Indonesia, dipastikan akan mulai beroperasi menyambut musim libur sekolah pada akhir Juni 2026.
Kepastian ini menyusul ditekennya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) selaku pemilik aset dengan CV Sinergi Permata Semesta sebagai pengelola resmi.
“Seluruh aset ini akan dimanfaatkan untuk aktivitas wisata alam. Ini adalah komitmen kami untuk terus meningkatkan layanan bagi pengunjung,” ujar Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha.
Baca Juga:Khofifah Salurkan Bansos Rp2,27 Miliar di Probolinggo, Dorong Kemandirian dan Kurangi Kemiskinan
Perjanjian sewa yang berlaku selama lima tahun ke depan ini mencakup area seluas 2.429 meter persegi. Tak hanya jembatan kaca spektakuler sepanjang 360 meter persegi yang menjadi primadona, fasilitas pendukung seperti shuttle area dan sarana penunjang lainnya juga telah disiapkan secara matang di atas lahan seluas 791 meter persegi.
Infrastruktur megah ini merupakan buah kolaborasi antarkementerian yang telah diserahkan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan pada Oktober 2025 lalu.
Kehadirannya diproyeksikan menjadi magnet baru yang memperkuat daya tarik wisata alam di kawasan strategis pariwisata nasional.
Bagi Anda yang khawatir akan faktor keamanan, pengelola menjamin standar keselamatan yang sangat ketat. Achmad Ridho, Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta sekaligus General Manager The Lawu Group, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan inspeksi mendalam dan perawatan pra-operasional.
“Kami akan mengikuti seluruh Standard Operating Procedure (SOP) dari Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS). Pengalaman kami mengelola jembatan kaca di Kemuning Sky Hills akan kami terapkan di sini demi menjamin keselamatan pengunjung,” tegas Ridho.
Baca Juga:Bromo Membeku! Salju Pertama 2026 Muncul di Lautan Pasir, Sensasi Dingin yang Memikat Dunia
Menariknya, kehadiran Jembatan Kaca Bromo bukan hanya soal memacu adrenalin. Ada misi mulia di baliknya yaitu pemberdayaan masyarakat. Pengelola berkomitmen untuk merangkul sumber daya manusia lokal dan pelaku UMKM di sekitar kawasan Bromo.
“Kami tetap menjaga kelestarian alam sebagai prioritas utama, namun di saat yang sama, kami ingin ekonomi warga setempat ikut terangkat melalui kemajuan pariwisata ini,” tambah Ridho. (ANTARA)