Belum Ada Suspect, Tapi Faskes di Surabaya Siap Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut

Ribut-ribut soal potensi ancaman penyebaran hepatitis misterius di dunia, pemerintah Kota Surabaya sudah mengantisipasi penyebaran hepatitis akut yang miserius itu.

Muhammad Taufiq
Sabtu, 07 Mei 2022 | 13:15 WIB
Belum Ada Suspect, Tapi Faskes di Surabaya Siap Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut
Ilustrasi Hepatitis Akut. (Elements Envato)

SuaraJatim.id - Ribut-ribut soal potensi ancaman penyebaran hepatitis misterius di dunia, pemerintah Kota Surabaya sudah mengantisipasi penyebaran hepatitis akut yang miserius itu.

Seperti dikatakan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Ia mengatakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan Puskesmas di Surabaya telah mengantisipasi penyebaran hepatitis akut pada anak yang telah menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia sejak 15 April 2022.

Menurut dia, Dinas Kesehatan Surabaya telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), baik di dua rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemkot Surabaya maupun 63 Puskesmas di Surabaya untuk mengantisipasi penyebaran hepatitis akut.

"Belum ada suspek di Surabaya, tapi kami meminta agar masyarakat tetap waspada, tidak panik karena sudah disiapkan standar pelayanannya," kata Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Surabaya, Sabtu (07/05/2022).

Baca Juga:Serang Anak-anak, Hepatitis Akut Misterius Tak Dikaitkan dengan Vaksin Covid-19

Melalui Puskesmas, lanjut dia, telah disosialisasikan dan ditingkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, penguatan surveilans oleh tenaga kesehatan dan segenap kader di masyarakat akan selalu diperbaharui.

Armuji mengatakan berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Jawa Timur, pada pekan pertama hingga ke-17 Tahun 2022 (per 4 Mei 2022), telah ditemukan 114 kasus suspek atau menunjukkan gejala jaundice (kuning) akut atau hepatitis akut di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur.

"Semoga hepatitis akut ini tidak menjalar di Surabaya," kata Armuji menambahkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina sebelumnya mengatakan pada 28 April 2022, pihaknya mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang meminta setiap fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan mewaspadai potensi kasus tersebut.

Surat edaran tersebut menindaklanjuti SE Kemenkes RI Nomor HK 02/C/2515/2022 tanggal 27 April 2022 tentang Kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui Etiologinya atau penyebabnya.

Baca Juga:Hepatitis Misterius tak Ada Kaitan dengan Vaksin COVID-19, IDAI: Yang Terinfeksi Justru Belum Divaksin

Nanik mengatakan sejumlah upaya meningkatkan kewaspadaan dini kepada masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan dimaksimalkan. Bagi setiap rumah sakit, Dinkes Surabaya meminta agar melakukan pengamatan semua kasus sindrom jaundice akut yang tidak jelas penyebabnya dan ditangani sesuai SOP serta pemeriksaan laboratorium.

"Selain itu, melakukan Hospital Record Review (HRR) terhadap hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya dan melaporkan segera jika ada penemuan kasus potensial sesuai indikasi kasus tersebut," kata Nanik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak