facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kawasan Pesisir Surabaya Rawan Terdampak Banjir Rob dan Gelombang Tinggi, BPBD Meningkatkan Pengawasan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 26 Mei 2022 | 13:04 WIB

Kawasan Pesisir Surabaya Rawan Terdampak Banjir Rob dan Gelombang Tinggi, BPBD Meningkatkan Pengawasan
Banjir rob melanda kawasan Kalianak, Surabaya. [SuaraJatim/Dimas Angga]

Plt. Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada wilayah yang masuk dalam kategori rawan terdampak gelombang pasang laut.

SuaraJatim.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim memprakirakan   gelombang tinggi mencapai 2.5 meter di perairan Jawa, pada 25 hingga 26 Mei 2022. Merespons itu, BPBD Surabaya telah memetakan titik rawan terdampak gelombang pasang laut atau banjir rob tersebut.

Plt. Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada wilayah yang masuk dalam kategori rawan terdampak gelombang pasang laut.

"Jadi, misal gelombang tinggi daerah mana yang rawan, seperti Kenjeran, Nambangan, itu banyak nelayan di sana. Alhamdullilah, informasi dari BMKG untuk Surabaya informasinya tidak terlalu tinggi seperti di Jawa bagaian selatan," kata Ridwan, Rabu (25/5/2022). 

Ridwan mengatakan, ketinggian gelombang laut di Surabaya sekitar 1 hingga 2 meter. BPBD juga telah menginformasikan kepada nelayan jika ada gelombang tinggi dan angin kencang. 

Baca Juga: Daftar Jalan yang Ditutup saat Surabaya Vaganza dalam Rangka HUT ke-729 Kota Surabaya Sabtu Besok

Sejak Selasa (24/5/2022) malam, BPBD sudah memantau langsung daerah pesisir dan masih aman. Jika seandainya kondisi pantauan cukup membahayakan, pihaknya langsung menginformasikan kepada nelayan untuk tidak melaut. 

"Sekarang nelayan masih melaut. Kalau ketinggian gelombang sudah sampai 2 meter, kami wajib buat posko darurat di lokasi yang dianggap rawan.Di posko itu ada perahu karet, alat-alat evakuasi warga," jelasnya. 

Menurutnya, ketinggian gelombang ini karena angin kencang. Sehingga gelombang menjadi tinggi. Jika sudah sampai 2 meter, nelayan diminta tidak melaut. 

Ia mengimbau, kepada warga daerah pesisir untuk tidak mendekati bibir pantai. Karena peringatan dini sudah disampaikan. 

"Kami meminta nelayan melabuhkan perahunya lebih ke tepi dan diikat sangat kencang. Karena, beberapa kali ada perahu yang sampai dihantam gelombang dan rusak," tandasnya. 

Baca Juga: Rangkaian HUT ke-729 Kota Surabaya: Acara, Jadwal dan Bocoran Keseruan

Sementara itu, Ketua RW 02 Bulak Cumpat, Samiadi Santoso mengatakan, jika kondisi di Nambangan dan Bulak Cumpat relatif aman, meski sudah terlihat naiknya debit ombak di areanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait