facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wabah PMK di Ngawi, Tangis Ningsih Pun Pecah Sapi Indukannya Habis Melahirkan Mati

Muhammad Taufiq Sabtu, 02 Juli 2022 | 17:01 WIB

Wabah PMK di Ngawi, Tangis Ningsih Pun Pecah Sapi Indukannya Habis Melahirkan Mati
Sapi salah satu warga Ngawi dikubur di belakang kandangnya [Foto: Beritajatim]

Tangis Ningsih pecah saat mengetahui sapi indukan miliknya mati. Warga warga Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi itu benar-benar merasa kehilangan, Sabtu (2/7/2022).

SuaraJatim.id - Tangis Ningsih pecah saat mengetahui sapi indukan miliknya mati. Warga warga Desa Pacing Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi itu benar-benar merasa kehilangan, Sabtu (2/7/2022).

Sapi berusia sekitar dua tahun miliknya tersebut terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Apalagi, sapi itu baru saja melahirkan anak (pedet) berusia 30 hari. Rencananya, sapi itu bakal dijual buat biaya sekolah cucunya.

Di hari kematiannya itu pula si sapi segera diseret delapan orang untuk dikuburkan di belakang kandang rumahnya. Ningsih kian tak kuasa menahan tangis saat sapi masu ke kuburannya.

Ningsih menyebut jika sapinya sakit sejak dua minggu silam. Dia rela tidak tidur demi merawat sapinya. Tiap hari dia menyeka sapinya dengan air hangat, memberinya air gula dan madu.

Baca Juga: Begini Kondisi Binti Rokani, Istri di Ngawi yang Dibacok-bacok Suami Sendiri, Jarinya Nyaris Putus

Dia juga memberi sapinya obat agar segera membaik. Dia juga sempat meminta dokter hewan untuk melakukan pengobatan pada sapinya.

“Sejak sapi itu lahir sudah saya pelihara. Saya tidak tidur untuk mengobati sapi saya. Saya sudah panggilkan dokter hewan untuk menyuntik, tapi hari ini mati. Padahal anaknya yang berumur 30 hari masih harus disusui,” kata Ningsih dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.

Sejak sapi itu jatuh sakit, Ningsih tak berniat menjual atau memotong paksa. Dia tak tega karena sudah dipelihara beberapa tahun dan berharap sapinya sembuh karena ingin menjual ternaknya ketika cucunya butuh biaya sekolah.

“Mau dipotong paksa saya juga tidak tega. Saat mati kemudian diseret untuk dikuburkan saja gak tega melihatnya. Kalau dijual ya kira-kira laku Rp12 juta,” kata Ningsih.

Saat ini tiga ekor sapi miliknya masih dalam kondisi sakit. Dia mengharap ada bantuan pemerintah untuk para peternak seperti dirinya agar bisa mendapatkan bantuan. Terutama vaksin ataupun pengobatan agar ternak mereka bisa sembuh.

Baca Juga: Imbas Wabah PMK, Pembelian Daging Sapi di Pasar Cimahi Lesu, Pedagang Pusing Putar Otak

Untuk diketahui, per 2 Juli 2022 ada sebanyak 568 ternak di Kabupaten Ngawi yang terjangkit PMK berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi. Total 72 ekor sembuh dan 3 ekor mati.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait