facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasat Reskrim Polres Jombang Disiram Kopi Panas saat Upaya Penangkapan Bechi DPO Kasus Pencabulan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 07 Juli 2022 | 17:03 WIB

Kasat Reskrim Polres Jombang Disiram Kopi Panas saat Upaya Penangkapan Bechi DPO Kasus Pencabulan
Brimob berjaga di gerbang masuk lingkungan Ponpes Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Kamis (7/7/2022). [SuaraJatim.id/Zen Arivin]

AKP Giadi Nugraha menjadi korban saat berupaya melakukan penangkapan Moch Subchi Al Tsani (MSAT) di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang.

SuaraJatim.id - Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha menjadi korban saat berupaya melakukan penangkapan Moch Subchi Al Tsani (MSAT), tersangka kekerasan seksual santriwati. Ia disiram air panas oleh simpatisan MSAT atau Bechi saat masuk ke dalam area Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso.

Insiden tersebut terjadi saat petugas polisi gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang berupaya masuk ke area pesantren Shiddiqiyyah, di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pagi tadi sekira pukul 09.00 WIB. Sejumlah massa simpatisan MSAT berupaya memblokade akses masuk ke pesantren.

Saat terjadi kericuhan, salah seorang simpatisan berupaya melawan petugas, termasuk AKP Giadi yang berada di garda depan. Pria yang belum diketahui identitasnya itu kemudian menyiram kopi panas ke bagian tubuh AKP Giadi. Akibatnya, bagian kaki perwira polisi itu mengalami luka bakar terkena air panas.

"Iya betul (penyiraman air panas)," kata Kapolres Jombang AKBP Moch Nurhidayat melalui pesan singkat, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga: Jemput Paksa DPO Pencabulan, Kiai Muhtar Jombang Janji Serahkan Putranya ke Polda Jatim

Pasca penyiraman itu, AKP Giadi sempat dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Akan tetapi, lanjut Kapolres, saat ini kondisi AKP Giadi sudah membaik, bahkan pasca mendapatkan perawatan polisi dengan tiga balok emas di pundaknya itu, sudah kembali turun ke lokasi dan ikut dalam penyisiran.

"Masih di lokasi Ponpes (Pondok Pesantren) sekarang, dan sudah diobati," ungkap Nurhidayat.

Hingga berita ini tulis, ratusan polisi masih berjaga di lokasi Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso. Sedangkan proses penyisiran juga masih berlangsung dan belum menemukan tersangka.

Kontributor : Zen Arivin

Baca Juga: DPR Minta Kemenag Evaluasi dan Bekukan Izin Ponpes Shiddiqiyyah Gegara Lindungi Anak Kiai Pelaku Pelecehan Seksual

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait