facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gus Samsudin Pendatang dari Lampung, Sebelum Punya Padepokan Dulu Penjual Barang Bekas

Muhammad Taufiq Jum'at, 29 Juli 2022 | 14:33 WIB

Gus Samsudin Pendatang dari Lampung, Sebelum Punya Padepokan Dulu Penjual Barang Bekas
Gus Samsudin Jadab (Youtube/PADEPOKAN NUR DZAT SEJATI)

Drama perseteruan Marshel atau Pesulap Merah dengan Pendiri Padepokan Nur Dzat Sejati di Blitar Jawa Timur (Jatim), Samsudin atau yang dipanggil Gus Samsudin Jadab viral.

SuaraJatim.id - Drama perseteruan Marshel atau Pesulap Merah dengan Pendiri Padepokan Nur Dzat Sejati di Blitar Jawa Timur (Jatim), Samsudin atau yang dipanggil Gus Samsudin Jadab viral di media sosial.

Pertikaian keduanya memancing perhatian netizen di berbagai platform media sosial. Lalu banyak warganet yang penasaran dengan sosok Gus Samsudin Jadab ini. Siapa dia sebenarnya dan putra dari kiai mana kok dipanggil gus.

Perseteruan ini dipicu Pesulap Merah yang menantang Gus Samsudin untuk membuktikan kesaktiannya. Sebab Gus Samsudin di Kanal Youtubenya juga kerap mengunggah video menyembuhkan orang sakit dan bertarung dengan makhluk gaib.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan kontributor Suara.com, Gus Samsudin Jadab memiliki nama asli Samsudin. Ia mendirikan padepokan bernama Nur Dzat Sejati yang berlokasi di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Baca Juga: Peristiwa Kemarin, Perseteruan Gus Samsudin vs Pesulap Merah sampai Viral Kades Lamongan Mabuk Lalu Goda Cewek

Samsudin bukan orang asli Rejowinangun. Dia merupakan pendatang dari Lampung. Tidak ada yang mengetahui latar belakang orang tua Samsudin ini hingga kemudian dia dipanggil Gus oleh pengikutnya.

Panggilan Gus--bagi kalangan warga Nahdlatul Ulama NU pada umumnya digunakan untuk memanggil anak kiai yang memiliki pondok pesantren. Meskipun di daerah lain, panggilan Gus ini sebagai bentuk penghormatan untuk memanggi orang yang lebih tua.

“Latar belakang orang tuanya saya tidak tahu. Dia pendatang dari Lampung,” kata Kades Rejowinangun Bhagas Wigasto ketika ditemui di kantornya, Jumat (29/7/2022).

Menurut cerita masyarakat sekitar, orang tua Samsudin bernama Towo dan Tugiyem. Awal mula sebelum mendirikan padepokan, Samsudin adalah seorang pedagang rongsokan atau besi tua di Rejowinangun.

Bisnis ini berkembang pesat meski di beberapa waktu ia pernah gesekan dengan masyarakat setempat karena bau yang ditimbulkan oleh tumpukan rongsokan tersebut.

Baca Juga: Profil Pesulap Merah yang Bongkar Ilmu Gus Samsudin

Lama berselang, Samsudin kemudian membentuk sebuah kelompok sholawatan Al Laduni. Di situ ia memiliki beberapa pengikut. Kegiatan yang dilakukan Samsudin dan kelompoknya ialah olah kanuragan ilmu kebal bacok.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait