“Pasien kelas tiga kok pakai AC,” ujar Desi menirukan ucapan perawat tersebut.
Sementara, suami Rohmah, Yopi Widianto (26) juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan RSUD Jombang.
“Istri saya tiga kali menyampaikan kepada tim medis agar dilakukan operasi sesar dalam persalinan itu. Tapi tidak ditanggapi,” ujar Yopi di depan anggota Komisi D DPRD Jombang.
Yopi mengaku tidak tega melihat anaknya dikeluarkan dari rahim dengan cara dekapitasi atau pemisahan anggota tubuh. Meski hal itu dilakukan saat bayi sudah meninggal.
“Terus terang saya tidak tega. Mengapa tidak dilakukan sesar dari awal,” kata Yopi.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang Syarif Hidayatullah berharap curahan hati keluarga pasien itu menjadi perhatian bagi manajemen RSUD Jombang.
“Saya sebagai anggota dewan juga kerap mendapatkan keluhan serupa. Utamanya melalui media sosial,” ujarnya.
Hearing itu digelar oleh Komisi D DPRD Jombang menindaklanjuti viral bayi meninggal di RSUD Jombang. Seluruh pihak dihadirkan. Mulai keluarga pasien, Dinas Kesehatan, Puskesmas Sumobito, RSUD Jombang.
Baca Juga:Pasien BPJS, Alasan RSUD Jombang Tak Turuti Permintaan Persalinan Caesar