"Dua bulan ini sering tak kebagian air bersih. Pas giliran mengalir, yang ada hanya anginnya saja. Padahal bayar tiap bulan. Bertahun-tahun seperti ini terus belum ada solusi," ucapnya.
Sementara itu, Desa Temon, Kecamatan Arjosari juga merasakan dampak kekeringan. Selain letaknya yang berupa pegunungan kapur, debit air baku yang ada di dusun paling bawah belum bisa memenuhi kebutuhan warga.
"Sumur bor sedang proses, tapi belum bisa mencukupi satu desa. Opsinya ada ada penampungan, baru dialirkan ke warga wilayah atas menggunakan pipa dan mesin jet pump. Sementara ini masih swadaya," kata Jamiyatin Kades Temon Pacitan yang juga terdampak krisis air bersih saat musim kemarau.
Baca Juga:Jelang Musim Kemarau, Satpol PP Buleleng Awasi Penggunaan ABT