SuaraJatim.id - Amerika ada di mana-mana. Dalam perang Afghanistan, Surian sampai Irak. Kemudian berlanjut ke perang Ukraina vs Rusia, dan kini ikut memanasi ketegangan China vs Taiwan.
Dalam perang terakhir di Eropa, ketika Ukraina dan Rusia konfrontasi, Amerika terang-terangan lewat Presiden Joe Biden dan parlemennya mendukung operasi Ukraina dalam perang melawan Rusia.
Setelah itu giliran kawasan pasific. Amerika ngeblok ke Taiwan. Amerika lewat Ketua DPR-nya Nancy Pelosi, beberapa waktu lalu berkunjung ke Taiwan yang memicu reaksi keras elite China.
Ini sekaligus menandai titik baru mendidihnya hubungan China dan Taiwan yang kian memburuk dalam beberapa pekan terakhir ini.
Pemerintah Taiwan mengaku terus menerima ancaman militer dari China setelah kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke pulau itu pada 2 Agustus 2022 lalu.
Sejak saat itu, Taiwan terus menerima ancaman militer dari China, menurut keterangan dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) di Indonesia yang diterima di Jakarta, Sabtu (06/08/2022).
Menurut TETO, China telah mengumumkan akan menggelar latihan militer selama tiga hari berturut-turut pada 4-7 Agustus dengan latihan tembakan langsung di total 6 wilayah perairan -- sisi utara, timur laut, barat laut, timur, selatan, dan barat daya -- dan wilayah udara Taiwan.
"Latihan militer ini telah memblokade laut dan udara Taiwan, mempengaruhi operasional 17 jalur pelayaran internasional dan 7 pelabuhan internasional dari Taiwan, dan beberapa latihan telah menginvasi perairan teritorial, wilayah berdekatan dan wilayah udara Taiwan," kata Perwakilan TETO John Chen seperti disampaikan dalam keterangan tersebut.
Pihak Taiwan menilai aksi latihan militer China dapat mengganggu stabilitas kawasan dan selat Taiwan serta mengganggu hak dan kepentingan dari pesawat terbang dan kapal laut yang akan melintas di kawasan.
Baca Juga:3 Orang Tewas Tersambar Petir
"Selain itu, perdamaian di Selat Taiwan sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas regional, dan pada saat bersamaan juga akan mempengaruhi kesejahteraan sebagian besar diaspora Indonesia di Taiwan," ujar Chen.
- 1
- 2