Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jalani Program Asimilasi, Napi Kasus Pembunuhan di Ngawi Aniaya Istri

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 09 Agustus 2022 | 22:15 WIB

Jalani Program Asimilasi, Napi Kasus Pembunuhan di Ngawi Aniaya Istri
Pelaku penganiayaan yang juga berstatus napi program asimilasi di Polres Ngawi. [Beritajatim.com]

Kapolres Ngawi Ajun Komisaris Besar Dwiasi Wiyatputera mengungkapkan bahwa ada delapan luka di bagian tubuh Binti. Lima di wajah dan tiga di badan.

SuaraJatim.id - Narapidana program asimiliasi berinisial EB (34) menganiaya istrinya, BI (38) hingga kritis. Diduga aksi sadis warga Desa Gemarang, Ngawi, Jawa Timur itu dipicu rasa cemburu.

Kapolres Ngawi Ajun Komisaris Besar Dwiasi Wiyatputera mengungkapkan bahwa ada delapan luka di bagian tubuh korban. Lima di wajah dan tiga di badan.

Berdasarkan hasil penyidikan, lanjut dia, pelaku telah lama memendam amarah. Terlebih, pria yang saat itu tengah menjalani hukuman penjara di Lapas Madiun mendapat kabar dan foto istrinya (BI) tengah berciuman dan berpelukan dengan pria lain.

EB pun memendam amarah, sampai akhirnya dia menjalani asimilasi dan berada di tengah masyarakat. Dia hendak bertemu dan mengantar baju anaknya di Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar.

Baca Juga: Pemotor Kecelakaan di Ngawi, Barang Berharga Malah Dijarah Orang Tak Dikenal

Namun, karena sang istri terlihat sengit dengan kedatangannya, dia pun spontan mengambil senjata dan melukai istrinya. Asimilasi hukumannya pun batal karena dia terbukti melakukan pelanggaran hukum untuk kedua kalinya usai membunuh salah seorang dukun pada tahun 2016 silam.

“Pelaku ini cemburu ya. Sehingga dia melukai istrinya, usai melukai istri lelaku kabur dan mendatangi kantor polisi untuk menyerahkan diri. Barang bukti sudah kami sita. Alasannya dia melakukan hal itu karena istrinya selingkuh dengan pria lain. Dia tahu melalui foto-foto,” katanya mengutip dari Beritajatim.com jejaring Suara.com, Selasa (9/8/2022).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ngawi Ajun Komisaris Agung Joko Haryono mengungkapkan jika proses asimilasi EB dibatalkan. Karena, salah satu syarat agar asimilasi bisa berlanjut adalah tiadanya pelanggaran hukum.

Sebelumnya, EB divonis 12 tahun penjara akibat kasus pembunuhan seorang dukun enam tahun silam.

“Karena masih ada sisa enam tahun hukuman yang belum dituntaskan maka itu akan ditambahkan pada putusan karena tindak pidana baru ini. Tentu akan ada unsur yang memberatkan atau meringankan ketika di pengadilan nanti,” kata Agung.

Baca Juga: Korban Dukun Cabul Ngawi Bertambah Lima Orang

Untuk diketahui, EB (34) warga Desa Gemarang, Kedunggalar, Ngawi Jawa Timur tega membacok istrinya BI (29) hingga kritis. Edi pun kabur usai membacok istrinya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait