Sorotan Peristiwa Kemarin, 2 WNA Jerman Kecelakaan di Banyuwangi sampai Pria Sampang Tewas Usai Kalah Duel Carok

Penemuan hidran langka era kolonial Belanda di Gresik meramaikan peristiwa di Jawa Timur kemarin, Selasa (13/09/2022).

Muhammad Taufiq
Rabu, 14 September 2022 | 09:35 WIB
Sorotan Peristiwa Kemarin, 2 WNA Jerman Kecelakaan di Banyuwangi sampai Pria Sampang Tewas Usai Kalah Duel Carok
Ilustrasi police line [Shutterstock]

SuaraJatim.id - Penemuan hidran langka era kolonial Belanda di Gresik meramaikan peristiwa di Jawa Timur kemarin, Selasa (13/09/2022). Selain itu, peristiwa lain tak kalah ramainya kasus kecelakaan angkutan wisata di Banyuwangi.

Dalam kecelakaan di Banyuwangi itu, 7 orang termasuk sopir menjadi korban. Bahkan dua bule asal Jerman juga ikut menjadi korban dalam peristiwa angkutan masuk jurang itu.

1. Hidran peninggalan era kolonial Belanda ditemukan di Gresik

Hidran diduga era Kolonial Belanda ditemukan di Gresik, Jawa Timur. Namun untuk memastikannya, tim arkeolog akan melakukan penelitian.

Baca Juga:Profil Hansi Flick, Pelatih yang Bawa Era Baru untuk Timnas Jerman di Piala Dunia 2022

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik AH Sinaga mengatakan, tim Damkarla menemukan hidran dengan kondisi yang usang di Jalan Basuki Rahmat. Hidran tersebut disinyalir buatan tahun 1909.

“Kami harap hidran ini masih berfungsi. Sehingga bisa mengatasi kawasan heritage. Namun masih diteliti dulu sama tim arkeolog,” ujarnya mengutip dari Beritajatim.com jejaring Suara.com, Selasa (13/9/2022).

Ia menambahkan, tingkat risiko kebakaran di wilayah Kota Gresik masih cukup tinggi. Penyebabnya, area pemukiman cukup padat.

2. Pesilat muda tewas saat ujian kenaikan pangkat

Kasus tragis menimpa seorang pesilat muda di Sidoarjo Jawa Timur ( Jatim ). Namanya Alif Risky (17) pelajar sekolah menengah atas (SMA) setempat.

Baca Juga:Duel Carok di Sampang Madura, Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Ia tewas saat mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) salah satu perguruan silat di kabupaten setempat. Orangtua Alif, Dedik Hainul Akbar (43) tidak terima dengan kematian anaknya itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini