"Karena tribun sangat padat, berdesakan dan pintu tertutup, anak saya kabarnya terinjak-injak. Sama dengan kakaknya, tapi kakaknya langsung ditemukan. Namun Irsyad baru ditemukan sekitar pukul 3 dini hari," ujar Arief.
Berdasarkan informasi yang diterima Arief, Irsyad ditemukan oleh tim medis dan relawan dalam kondisi kritis. Sehingga ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wafa Husada Kepanjen, Malang.
"Di rumah sakit itu anak saya ini kritis kondisinya. Tidak bisa dijaga, sebab sangat meluber korbannya. Akhirnya kejang di situ dan meninggal dunia," terang Arief dengan mata berkaca-kaca.
Arief mengaku masih sempat melihat kondisi jasad anaknya, begitu di rumah sakit. Disebutkannya kondisinya sudah parah dengan wajah yang penuh dengan luka memar dan ada luka bakar, serta ditemukan luka di bagian dada dan pada tangannya.
"Mendengar kabar itu saya langsung ke rumah di Malang, terus ke rumah sakit dan lanjut membawa jenazah ke rumah ini tadi. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," ujarnya menambahkan.
Kontributor : Zen Arivin