Jalan Rusak 8 Kilometer di Blitar Tak Juga Diperbaiki, Warga Geram Tanami Pohon Pisang

Kesabaran warga Desa Ngembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar Jawa Timur ( Jatim ) sepertinya sudah habis. Mereka menanami jalan raya desa setempat dengan pohon pisang.

Muhammad Taufiq
Senin, 31 Oktober 2022 | 16:05 WIB
Jalan Rusak 8 Kilometer di Blitar Tak Juga Diperbaiki, Warga Geram Tanami Pohon Pisang
Warga tanami pohon pisang jalanan rusak di Kabupaten Blitar [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Kesabaran warga Desa Ngembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar Jawa Timur ( Jatim ) sepertinya sudah habis. Mereka menanami jalan raya desa setempat dengan pohon pisang.

Ini setelah keluhan warga tidak kunjung ditanggapi pemerintah kabupaten setempat. Padahal jalanan yang rusak ini sangat berbahaya. Panjang jalan yang rusak ini sejauh 8 kilometer melewati tiga desa.

Jalan raya Desa Ngembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar ini, ditanami pohon pisang oleh warga. Penamaan pohon Pisang ini sebagai protes atas rusaknya jalan desa, yakni Desa Ngembul, Desa Rejoso serta Desa Jajakan.

Warga bernama Suwan, mengatakan kondisi jalan sendiri kini memang berlubang serta berdebu. Bahkan jika musim hujan tiba lubang jalan akan berubah menjadi kubangan air yang sering mengakibatkan kecelakaan.

Baca Juga:Jalan Rusak Sepanjang 8 Kilometer Tak Kunjung Dilirik Pemkab Blitar, Warga Protes dengan Tanami Pohon Pisang

"Ini bentuk Protes kita setelah jalan desa ini tidak kunjung diperbaiki, total panjang jalan rusak ini bahkan mencapai 8 Kilometer," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Senin (31/10/2022).

Ia menjelaskan, kerusakan ini terjadi setelah jalan raya di desa tersebut sering dilewati truk besar bermuatan tebu serta gula yang menuju pabrik tebu setempat.

Akibat lalu lalang kendaraan besar truk pengangkut tebu tersebut, jalanan menjadi rusak parah. Tidak hanya mengakibatkan kecelakaan, jalan rusak juga mengganggu kesehatan warga.

Banyaknya debu yang beterbangan dan masuk ke rumah warga membuat masyarakat di Desa Ngembul sering terserang Batuk.

Warga kini juga harus rutin membersihkan rumah setiap pagi, siang dan sore hari. Hal itu dilakukan karena jumlah debu yang masuk ke rumah warga cukup banyak.

Baca Juga:Jalan Baru Diperbaiki Sudah Rusak Lagi, DPRD Cianjur Minta Pemprov Jabar Tegur Dinas Terkait

"Debunya sampai masuk rumah mas, warga juga banyak yang batuk-batuk hingga flu, karenakan kena debu itu," ungkap Sudarti, warga.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini