- Kecelakaan antara sepeda motor dan truk terjadi di Desa Soso, Blitar, pada Minggu, 5 April 2026 siang.
- Pengendara sepeda motor berinisial DEW meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara rekannya mengalami luka-luka serius.
- Penyelidikan Polres Blitar menyimpulkan insiden tragis tersebut disebabkan oleh faktor kelalaian atau kurangnya konsentrasi pengendara motor.
SuaraJatim.id - Aspal jalan umum di Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menjadi saksi bisu sebuah pertemuan maut yang tak terelakkan.
Sebuah perjalanan yang mulanya biasa saja, berakhir menjadi duka mendalam saat sebuah sepeda motor dan truk terlibat benturan keras pada Minggu (5/4/2026) siang.
Satu nyawa melayang dalam insiden ini, meninggalkan luka bagi keluarga dan peringatan keras bagi para pengguna jalan tentang betapa mahalnya harga sebuah konsentrasi.
Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor Yamaha V-Xion yang dikendarai oleh DEW (33), warga Dusun Tegalrejo, Desa Semen.
Baca Juga:Maut Menjemput di Keheningan KM 712: Kernet Remaja Tewas Saat Menjaga Keselamatan di Tol Sumo
Siang itu, ia berboncengan dengan rekannya, TA (25), melaju dari arah selatan menuju utara. Namun, saat memasuki wilayah Desa Soso, sebuah truk yang dikemudikan oleh RJA (23) muncul dari arah berlawanan.
Dalam hitungan detik, suara benturan logam memecah keheningan desa. Motor yang dikendarai DEW menghantam bagian depan truk dengan cukup keras.
"Terjadi benturan antara sepeda motor yang melaju dari selatan dengan truk dari arah utara," jelas Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saeful Muheni.
Nahas, kuatnya hantaman membuat DEW tak mampu bertahan. Ia mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian, tak jauh dari kecamatan tempat tinggalnya sendiri.
Sementara itu, rekannya, TA, berhasil selamat namun harus dilarikan ke rumah sakit di wilayah Wlingi akibat luka-luka yang dideritanya.
Baca Juga:Enam Kali Beraksi di Magetan, Petualangan Maling Motor Asal Sidoarjo Berakhir di Tangan Polisi
Di sisi lain, pengemudi truk asal Donomulyo, Malang, dilaporkan dalam kondisi baik secara fisik, meski guncangan psikis akibat kecelakaan tersebut tak bisa dihindari.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari Unit Laka Lantas Polres Blitar, kecelakaan ini diduga kuat dipicu oleh faktor manusia. Kurangnya konsentrasi saat berkendara menjadi "biang kerok" yang mengubah perjalanan tersebut menjadi tragedi.
"Kesimpulan awal kami adalah faktor human error. Pengemudi sepeda motor kurang konsentrasi saat berkendara," tambah Aiptu Saeful Muheni.
Kejadian ini membuat pihak kepolisian tak bosan-bosannya mengeluarkan imbauan emosional kepada masyarakat. Di tengah musim penghujan yang membuat jalanan lebih licin dan jarak pandang terbatas, kewaspadaan adalah kunci utama.
Aiptu Saeful Muheni mengingatkan para pengendara untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk, apalagi berkendara di bawah pengaruh alkohol. Namun, pesan penutupnya adalah yang paling menyentuh hati.
"Jaga keselamatan diri sendiri dan orang lain karena keluarga selalu menunggu di rumah. Sayangi nyawamu seperti kamu menyayangi keluargamu," pungkasnya. (ANTARA)