Migrasi TV Analog, Kejar Target Pembagian STB Tapi 'Lupa' Ajari Cara Pasangnya ke Warga

Kemarin per 2 November 2022 serentak analog switch off (ASO) atau mengganti tv analog ke digital diberlakukan. Ini merupakan bagian dari program pemerintah sesuai UU Tahun 202

Muhammad Taufiq
Kamis, 03 November 2022 | 09:49 WIB
Migrasi TV Analog, Kejar Target Pembagian STB Tapi 'Lupa' Ajari Cara Pasangnya ke Warga
Migrasi ke tv digital akan dimulai pada Agustus 2021. Foto: Ilustrasi berbagai saluran televisi. [Antara]

SuaraJatim.id - Kemarin per 2 November 2022 serentak analog switch off (ASO) atau migrasi tv analog ke digital diberlakukan. Ini merupakan bagian dari program pemerintah sesuai UU Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Lalu bagaimana pelaksanaanya di lapangan sehari setelah ASO diberlakukan? Di Kota Surabaya misalnya, sejak beberapa waktu lalu pendistribusian Set Top Box (STB) sebagai piranti teknologi tv digital sudah dilakukan.

Namun pendistribusian ini tidak semudah yang diperkirakan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat Muhammad Fikser. Menurut dia ada sejumlah kendala di lapangan.

Misalnya, tidak semua warga memahami cara penggunaan STB ini. Banyak yang bisa memasang, tapi tidak sedikit yang kebingungan. Bagi yang bisa memasang, ada kendala juga dimana hasil gambarnya tidak maksimal.

Baca Juga:Masih Ada Stasiun TV Gelar Siaran Analog, Muka Pemerintah Seperti Ditampar

"Kekurangannya ini sosialisasi. Jadi kesannya hanya target pembagian saja, tidak diajari teknis pemasangan. Sementara warga ini kan tingkat pemahamannya berbeda-beda. Jadi ya banyak yang habis dikasih, naruh, begitu," kata Fikser dihubungi SuaraJatim.id, Kamis (03/11/2022).

"Setelah STB dibagi, ada warga yang paham, bisa memasang. Tapi ada yang tidak. Ada juga yang bisa memasang tapi hasilnya kurang maksimal. Mungkin antenanya, kan ada antena dalam antena luar. Jadi alat itu menjadi kurang maksimal," ujarnya menambahkan.

Oleh sebab itu Fikser berharap Kementerian memfasilitasi kontak aduan untuk program ASO ini. Misalnya menyiapkan semacam call center yang sifatnya free atau bebas pulsa. Sehingga warga yang kebingungan bisa dipandu teknis pemasangan atau persoalan teknis lain.

"Pemahaman orang kan tidak sama. Sehingga perlu ada call center, misalnya tingkat provinsi atau di masing-masing kota. Ini tidak ada koordinasi sampai ke situnya. Dengan call center, atau telp bebas pulsa mungkin warga yang tidak paham bisa dipandu," katanya.

Permasalahan lain, tenaga yang mendistribusikan dari pihak televisi swasta ini masih kurang, kemudian waktunya terbatas. Karena itu dibantu oleh pemerintah daerah, misalnya menghadirkan warga kemudian mengisi administrasi penerima. Karena tenaga dan waktu yang terbatas itu, pendistribusian jadi belum merata.

Baca Juga:Beda Sendiri, TV Milik Bakrie dan Hary Tanoe Belum Matikan Siaran TV Analog

Namun bagaimanapun ASO ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk percepatan transformasi tv digital. Diskominfo sendiri, Ia melanjutkan, hanya bertugas membantu pembagian STB ini ke warga. Untuk piranti set box disediakan oleh swasta, dalam hal ini perusahaan televisi.

Sampai saat ini, STB yang sudah dibagikan sekitar 15.928. Perinciannya dari stasiun Trans TV telah membagikan 10 ribu STB, kemudian dari TVOne membagikan hampir 9 ribu STB dan baru terdistribusikan sebanyak 5.928, sisanya 2.987 masih belum dibagikan.

Dari EMTEK Group (SCTV dan Indosiar) rencananya bakal mendistribusikan sekitar 12 ribu STB pada 8 hingga 9 November 2022 nanti di Surabaya. "Jadi baru sejumlah itu yang diterima dan dibagikan di lapangan," katanya.

Bagaimana cara mendapatkan STB ini? Fikser mengatakan ini sebenarnya data dari Kemenkominfo, bukan kewenangan dari Pemkot Surabaya. Jadi, kata dia, ketika stasiun TV itu datang ke Surabaya mereka sudah mendapatkan nama-nama penerima dari kementerian.

Pemkot Surabaya hanya membantu mendistribusikan saja. Oleh sebab itu, ketika ada warga yang bertanya kenapa belum mendapatkan bantuan STB itu, sebaiknya ditunggu saja sebab semuanya masih dalam proses.

"Jadi memang ada pertanyaan muncul di kalangan warga, 'aku kok enggak dapat?'. Saya bilang datanya itu dari kementerian, dan saat ini prosesnya masih berjalan. Mudah-mudahan nanti dapat kalau ada," katanya menegaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini