Sampai Awal November 2022 Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Totalnya 755 Orang

Pandemi Covid-19 pelan-pelan sudah mulai mereda. Wabah yang dimulai sejak akhir 2019 ini benar-benar mengguncang dunia. Jutaan orang meningal akibat virus corona tersebut.

Muhammad Taufiq
Kamis, 03 November 2022 | 13:05 WIB
Sampai Awal November 2022 Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Totalnya 755 Orang
Petugas medis memakaikan kain kafan putih ke tubuh pasien yang meninggal karena virus Corona Covid-19, di ruang isolasi Rumah Sakit, Rabu (10/9). [ADEK BERRY / AFP]

SuaraJatim.id - Pandemi Covid-19 pelan-pelan sudah mulai mereda. Wabah yang dimulai sejak akhir 2019 ini benar-benar mengguncang dunia. Jutaan orang meningal akibat virus corona tersebut.

Bukan cuma masyarakat umum, tenaga kesehatan pun banyak yang bertumbangan. Catatan Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), setidaknya hingga awal November 2022 ini tercatat 755 dokter meninggal dunia akibat Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi. Ia melaporkan terjadi penambahan sedikitnya empat orang dokter yang wafat akibat infeksi virus yang berasal dari Wuhan China tersebut.

"Informasi ini sekaligus mengingatkan semua pihak, bahwa pandemi belum usai, upaya pembaruan informasi dan strategi penanganan COVID-19 harus jadi perhatian semua kalangan," kata Adib dikutip dari ANTARA, Kamis (03/11/2022).

Baca Juga:Hari Ini! KPK Bersama IDI Periksa Lukas Enembe di Papua Pukul 13.00 WIT

Ia mengatakan tambahan kasus tersebut sekaligus menambah daftar dokter yang wafat akibat COVID-19 di Indonesia menjadi 755 orang sejak pandemi melanda.

"Terakhir 751 dokter yang wafat di Maret 2022. Pembaruan data sampai bulan ini bertambah empat orang dan ini belum semuanya data masuk ke IDI," katanya.

Menurut Adib, kasus kematian akibat COVID-19 di kalangan profesi tenaga medis masih menjadi perhatian serius IDI. "Kami akan terus perbarui informasi terkait sejawat dokter yang wafat karena COVID-19," katanya.

Adib mengapresiasi komitmen seluruh dokter dalam melayani masyarakat di tengah tantangan pandemi, hingga Indonesia berhasil keluar dari situasi gawat darurat kesehatan.

"Peran tenaga kesehatan perlu tetap diingat, karena peran mereka pula, kita mampu melampaui masa sulit," katanya.

Baca Juga:Pekan Ini, KPK Bersama IDI Terbang ke Papua Periksa Lukas Enembe

Meski demikian, IDI mengingatkan masyarakat bahwa status pandemi COVID-19 belum dinyatakan berakhir hingga saat ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini