SuaraJatim.id - Kemarin kepolisian Sidoarjo mengungkap jaringan sindikat jual beli senjata api di sebuah pergudangan kawasan Sedati Gede. Dari pergudangan itu, polisi menyita sejumlah senjata api.
Polisi mengamankan sebuah paket spare part, namun setelah dibongkar hasilnya ternyata senjata api: mulai dari pistol merek G2 tanpa nomor seri dan amunisi, kemudian pistol glock dan amunisi.
Barang-barang ilegal ini terjata dikirim lintas provinsi. Hal ini disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro. Ia mengatakan informasi diperoleh pada pertengahan Februari.
Saat itu informasinya ada kiriman paket dari Makassar. Barang ini dikirim melalui ekspedisi dan paket tersebut berada di kawasan pergudangan Sedati Gede, Sidoarjo.
Baca Juga:Penampakan Kapolda Sumbar Panggul Senjata Api Laras Panjang Saat Sidak SPBU Nakal, Temukan Ini
"Dari pergudangan itu kami dapatkan ada dua kodi paket bertuliskan spare part, kami cek berisi pistol Merk G2 Combat tanpa nomor seri dan tanpa amunisi," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Jumat (24/2/2023).
Kusumo melanjutkan, Tim Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo berupaya mengungkap orang yang mengirim paket tersebut. Hingga berhasil meringkus satu orang sebagai pelaku pengirim paket senpi ke Makasar.
Pelaku adalah TS (34) warga Kademangan, Blitar. "Saat ditangkap, anggota mendapatkan satu barang bukti kepemilikan senpi pistol glock dan amunisi tajam di dalam jok sepeda motornya," ungkapnya.
Setelah TS diamankan, polisi kemudian menggeledah rumahnya di Kademangan, Blitar. Polisi berhasil menemukan dan menyita dua senpi laras panjang yaitu jenis M24 Kal 5,56 mm dan senpi laras panjang Sniper SR25 No. KM140077 Kal 7,62 mm, ratusan amunisi tajam dan alat-alat reparasi senjata api.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap TS didapatkan keterangan bahwa ia mengakui sebagai pengirim senpi G2 Combat melalui paket jasa ekspedisi. Senpi awalnya berasal dari A (Jakarta), dan sebagai pemesan adalah T (Makassar).
Senpi G2 Combat tersebut pernah dijual kepada EK (Blitar) dan selanjutnya ditukar tambah dengan Senpi Zoraki 917. "Dari pengakuan TS sudah 9 tahun ini melayani jasa servis dan perakitan senjata api. Ia menyebut pernah menjual senpi kepada EK dan AS," papar dia.
- 1
- 2