"Indonesia ini termasuk bangsa yang pelupa, maka bagaimana kita harus berupaya untuk mengingatkan melalui arsip-arsip yang terkumpul. Agar bagaimana ketika melihat arsip atau dokumen masa lalu, pada akhirnya kita akan menyadari bahwa sebelum kita merasakan zaman yang sekarang, ada orang-orang terdahulu yang merasakan pengorbanan dan perjuangan," kata Imam.
Sebagai langkah nyata, Jajaran ANRI menutup kegiatan Rakornas di Pantai Bangsring Underwater. Mereka mencoba melukis sejarah untuk menanam ribuan terumbu karang. Dengan demikian Imam berharap tumbuhnya terumbu karang bisa menggambarkan kepada generasi yang akan datang, agar mereka paham jika sejarah sangat bermanfaat bagi lintas generasi.
Selain itu, menurut Imam merubah pantai Bangsring Underwater semula hanya sebagai tempat nelayan mencari ikan kemudian dimulai menjadi sektor pariwisata, merupakan cara tepat untuk mendongkrak nilai-nilai kebermanfaatan agar dirasakan masyarakat luas.
"Perjuangan masyarakat Bangsring luar biasa, khususnya dalam merubah perilaku yang sebelumnya fokus dengan nelayan mencari ikan, menjadi pariwisata. Potensi pada sektor pariwisata ini juga bisa mengubah dari segi penghasilan masyarakat," cetus Kepala ANRI, Imam Gunarto.
Baca Juga:Pantai Sukamade, Panorama Alam Indah dengan Potensi Masyarakat yang Humanis : Ada Penakaran Penyu ?