Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 7 Korban Kritis Terjebak, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

Tim SAR gabungan berjibaku mengevakuasi korban runtuhnya mushala Ponpes Al Khoziny. 7 korban kritis terdeteksi hidup, suplai oksigen dan makanan disalurkan lewat celah sempit

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 01 Oktober 2025 | 13:24 WIB
Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 7 Korban Kritis Terjebak, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas Emi Freezer (berdiri menggunakan mic) saat menyampaikan detail teknis upaya evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, di Sidoarjo, Rabu (1/10/2025). [ANTARA/Fahmi Alfian]
Baca 10 detik
  • Tim SAR berpacu dengan waktu mengevakuasi 7 korban kritis yang terjebak di reruntuhan Ponpes Al Khoziny.
  • Oksigen, makanan, hingga infus disalurkan lewat celah sempit untuk menjaga korban tetap hidup.
  • Hingga kini, 11 korban berhasil dievakuasi, tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia di Sidoarjo.

SuaraJatim.id - Suara-suara lirih masih terdengar dari balik reruntuhan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, menjadi pacuan semangat sekaligus kecemasan bagi tim SAR gabungan.

Memasuki hari ketiga pasca-tragedi ambruknya bangunan pada Senin (29/9), fokus utama tim penyelamat tertuju pada tujuh titik korban yang terdeteksi masih hidup namun dalam kondisi kritis di bawah puing-puing beton.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi penemuan total 15 titik lokasi korban hingga Rabu pagi. Namun, kondisi mereka terbagi dalam dua status yang kontras.

Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Freezer, merinci bahwa dari 15 titik tersebut, delapan korban berada dalam tingkat kesadaran warna hitam, yang mengindikasikan kondisi tidak responsif atau kemungkinan terburuk.

Baca Juga:Wagub Emil Dardak Turun Tangan, Evakuasi Korban Runtuhan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Digencarkan

Sementara tujuh lainnya berstatus merah, artinya mereka masih hidup dan menjadi prioritas utama untuk diselamatkan.

Tantangan terbesar bagi tim di lapangan adalah lokasi para korban yang sulit dijangkau. Enam dari tujuh korban kritis tersebut berada di posisi yang nyaris mustahil diakses secara langsung.

"Dari tujuh titik korban yang berstatus merah, enam di antaranya posisi ada di kolom samping yang tidak bisa diakses secara langsung atau zona A2, hanya lewat celah kecil kolom utama (tengah)," kata Freezer dikutip dari ANTARA di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (1/1/2025).

Tragedi runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. (Dok. BNPB)
Tragedi runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. (Dok. BNPB)

Kondisi tak kalah sulit dialami satu korban lainnya yang berada di zona berbeda. Meski masih responsif dan mampu berkomunikasi, pergerakannya terkunci total.

Freezer menuturkan, "satu korban lagi berada di dekat kolom utama atau zona A1 yaitu korban tersebut tetap responsif namun tidak bisa menggerakkan badannya lantaran terhimpit bordes."

Baca Juga:Dugaan Bangunan Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Fondasi Terlalu Ringkih

Tim SAR gabungan kini berpacu dengan golden time atau masa krusial 72 jam pertama untuk menyelamatkan nyawa ketujuh korban tersebut. Upaya luar biasa dilakukan untuk menjaga mereka bertahan hidup di bawah reruntuhan.

Tim SAR gabungan berusaha mengevakuasi korban reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. [Kantor SAR Kelas A Surabaya]
Tim SAR gabungan berusaha mengevakuasi korban reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. [Kantor SAR Kelas A Surabaya]

Ia menjelaskan, "dalam masa krusial atau selama 72 jam pertama pascakejadian seluruh tim SAR gabungan akan terus memprioritaskan evakuasi terhadap tujuh korban berstatus merah dengan terus menyalurkan oksigen dan suplai makanan bahkan infus secara berkala."

Untuk berkomunikasi, tim mengandalkan interaksi suara. Sementara untuk memantau kondisi visual mereka, teknologi menjadi andalan.

Sebuah kamera khusus dengan kemampuan manuver di celah-celah sempit digunakan untuk melihat keadaan para korban.

Hingga berita ini diturunkan, total sudah ada 11 korban yang berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Namun, Basarnas menegaskan bahwa jumlah pasti korban yang masih terperangkap belum dapat dipastikan, karena 15 titik yang ditemukan belum tentu merepresentasikan total keseluruhan korban dalam tragedi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak