Sinyal Bahaya BNPT: Teroris ISIS Incar Anak Muda Lewat Game Online, Orang Tua Waspada!

BNPT mengungkap modus baru rekrutmen teroris ISIS yang menyasar anak muda melalui game online. Orang tua diimbau waspada usai Densus 88 menangkap 4 terduga.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 18:11 WIB
Sinyal Bahaya BNPT: Teroris ISIS Incar Anak Muda Lewat Game Online, Orang Tua Waspada!
Ilustrasi Bermain Game Online (Unsplash.com/Florian Olivo)
Baca 10 detik
  • BNPT peringatkan sel teroris manfaatkan game online untuk merekrut dan mencuci otak anak muda.
  • Densus 88 menangkap 4 terduga teroris pendukung ISIS yang aktif menyebar propaganda di medsos.
  • Orang tua diimbau membangun komunikasi & mengawasi aktivitas anak di game online secara bijak.

SuaraJatim.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengirimkan sinyal bahaya bagi para orang tua di seluruh Indonesia.

Kelompok teroris kini terdeteksi menggunakan modus baru untuk merekrut anggota, yakni dengan menyusup ke dalam dunia game online yang digandrungi anak muda.

Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Meskipun aksi terorisme berskala besar mereda dalam beberapa tahun terakhir, gerakan sel-sel radikal ternyata tidak pernah benar-benar padam.

Mereka hanya mengubah strategi, beralih dari ruang fisik ke ruang digital yang dianggap lebih aman untuk menyebarkan propaganda kekerasan.

Baca Juga:Raih RAN PE 2023 BNPT, Gubernur Khofifah Ingatkan Toleransi Antar Umat Beragama Harus Dijaga

Fakumnya aksi teror bisa jadi merupakan strategi untuk membuat aparat dan masyarakat lengah.

Game online menjadi medan pertempuran ideologi baru bagi mereka, sebuah arena yang dipenuhi oleh generasi muda yang potensial untuk dicuci otak.

Bukti nyata bahwa ancaman ini masih ada adalah penangkapan empat orang terduga teroris jaringan pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Keempatnya, yang tergabung dalam kelompok "Ansharut Daulah", ditangkap di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) pada 3 dan 6 Oktober 2025 lalu.

Menurut pihak berwenang, kelompok ini sangat aktif menyebarkan provokasi dan materi teror melalui media sosial, yang kini merambah hingga ke platform game.

Baca Juga:Kantor Urusan Senjata Pemusnah Massal AS Beri Pelatihan ke Indonesia dan Malaysia Cegah Bioterorisme

Penangkapan ini menjadi pengingat keras bahwa ideologi khilafah yang menentang Pancasila masih terus mencari celah untuk berkembang.

Modus Operandi di Dunia Maya

Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Sudaryanto, secara gamblang membeberkan taktik baru ini. Para teroris menyadari pertemuan tatap muka kini mudah terdeteksi, sehingga mereka beralih ke dunia maya.

"Dengan menyasar untuk memengaruhi anak-anak muda, mereka menyusupkan paham kekerasan itu lewat permainan atau game online," ujar Sudaryanto dikutip dari ANTARA, Rabu (8/10/2025).

Proses rekrutmen ini berjalan halus dan perlahan. Pelaku biasanya memanfaatkan fitur obrolan (chat) di dalam game untuk membangun komunikasi dengan target.

Setelah terjalin kedekatan, mereka mulai menyisipkan paham radikal secara bertahap. Jika target menunjukkan ketertarikan, ia akan ditarik ke dalam grup percakapan yang lebih privat dan eksklusif untuk proses indoktrinasi lebih lanjut.

Peran Kunci Orang Tua Sebagai Benteng Pertahanan

Menghadapi ancaman siber ini, BNPT menegaskan bahwa benteng pertahanan terkuat bagi anak-anak adalah orang tua. Pengawasan menjadi kunci, namun harus dilakukan dengan strategi yang cerdas agar anak tidak merasa terintimidasi dan justru menjauh.

Orang tua diimbau untuk tidak langsung menuduh atau menginterogasi anak. Sebaliknya, bangunlah komunikasi yang nyaman dan terbuka.

Ajak anak berbicara tentang topik ringan, lalu tunjukkan ketertarikan pada game yang mereka mainkan.

Tanyakan apa yang membuat game itu seru dan dengarkan cerita mereka. Dari percakapan santai inilah, orang tua bisa menggali lebih dalam dan mendeteksi jika ada kejanggalan atau ajakan-ajakan yang mengarah pada paham ekstremisme.

Selain orang tua, kepedulian dari lingkungan sekitar, seperti keluarga besar dan tetangga, juga menjadi lapisan pertahanan penting.

Saling mengingatkan jika ada perubahan perilaku yang mencurigakan pada anak muda di lingkungan sekitar dapat menjadi langkah preventif yang efektif.

Selektif dalam memilih lembaga pendidikan agama juga krusial untuk memastikan generasi muda bangsa terhindar dari racun radikalisme dan terorisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini