SDN Nailan Ponorogo di Ujung Tanduk: Kelas 1 & 2 Kosong Melompong, Hanya Tersisa 13 Murid

SD Negeri Nailan di Ponorogo tidak menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 sehingga tidak mengadakan MPLS.

Wakos Reza Gautama
Senin, 13 Juli 2026 | 11:23 WIB
SDN Nailan Ponorogo di Ujung Tanduk: Kelas 1 & 2 Kosong Melompong, Hanya Tersisa 13 Murid
SD Negeri Nailan Ponorogo tidak mendapatkan siswa baru, sehingga tidak ada peserta didik kelas 1 yang mengikuti MPLS. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • SD Negeri Nailan di Ponorogo tidak menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 sehingga tidak mengadakan MPLS.
  • Sekolah hanya memiliki total 13 siswa tersisa akibat minimnya jumlah anak usia sekolah di Desa Nailan tersebut.
  • Orang tua lebih memilih menyekolahkan anak ke madrasah dan pondok pesantren karena minat kuat pada pendidikan keagamaan.

SuaraJatim.id - SD Negeri Nailan, Kecamatan Slahung, Ponorogo tidak mengadakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026).

Tahun ajaran baru 2026/2027 resmi dimulai, namun gerbang sekolah ini tak kunjung dilewati oleh satu pun siswa baru.

Tidak ada riuh rendah anak kelas 1 yang kebingungan mencari kelasnya, karena memang tak ada satu pun nyawa yang mendaftar.

Kondisi ini bukanlah kejutan baru, melainkan luka lama yang kian menganga. SDN Nailan kini bak sekolah hantu yang kehilangan generasi.

Baca Juga:Malam Mencekam di Batoro Katong: Saat Teror Golok Pecahkan Keramaian Ponorogo

Ruang kelas 1 kosong, begitu pula dengan kelas 2. Dari enam tingkatan kelas yang ada, total murid yang tersisa hanya 13 anak. Rinciannya kelas 6 sebanyak 7 siswa, kelas 5 ada 2 siswa, kelas 4 hanya 1 siswa, dan kelas 3 ada 3 siswa. Saat mencoba mencari jawaban dari pihak sekolah, para guru dan kepala sekolah memilih bungkam.

Misteri kosongnya peminat di SDN Nailan akhirnya terjawab melalui penjelasan Kepala Desa Nailan, Nurhadi. Menurutnya, sekolah ini secara geografis terkepung oleh berbagai lembaga pendidikan lain.

"Jadi gini, kita itu sebenarnya istilahnya terkepung. Terkepung dengan adanya pondok pesantren, lalu di sebelah juga ada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)," ungkap Nurhadi, Senin (13/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Nurhadi menjelaskan bahwa pergeseran nilai di masyarakat menjadi faktor penentu. Saat ini, para orang tua di Desa Nailan lebih cenderung memilih sekolah yang menawarkan porsi pendidikan agama yang lebih kuat.

"Ngetrennya sekarang yang dicari itu pendidikan dasar yang paling bagus masalah keagamaannya. Jadi rata-rata larinya ke MIN," tambahnya.

Baca Juga:Terungkap Motif di Balik Tewasnya Siswa SMP Lumajang: Dendam Tiga Hari karena Teguran Guru

Pemerintah desa sebenarnya tidak tinggal diam. Berbagai strategi telah dijalankan untuk menyelamatkan napas SDN Nailan.

Mereka mencoba membuat sistem penggiringan dari jenjang playgroup ke TK desa agar nantinya bisa berlanjut ke SD tersebut. Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat anak-anak lulus dari TK.

"Setelah kita kumpulkan semua wali murid dan ditanya, jawabannya ya itu tadi, 'Pak, biar ke MIN saja dulu'," ucap Nurhadi menirukan ucapan warga.

Kondisi ini diperparah dengan fakta demografi yang pahit. Berdasarkan data Posyandu, jumlah anak usia masuk SD di Desa Nailan tahun ini memang sangat minim, hanya sekitar 6 hingga 7 anak.

Dengan jumlah yang sedikit itu, SDN Nailan harus bertarung dengan daya tarik sekolah agama yang lebih memikat hati para orang tua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak