Gunung Semeru Erupsi Lagi, Status Siaga Tetap Berlaku

Gunung Semeru erupsi kembali mengguncang kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026) pagi.

Riki Chandra
Kamis, 08 Januari 2026 | 15:09 WIB
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Status Siaga Tetap Berlaku
Gunung Semeru erupsi lagi pada Kamis (8/1/2026). [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Gunung Semeru erupsi empat kali dengan kolom abu maksimal.
  • Status Siaga Level III masih diberlakukan oleh PVMBG.
  • Warga diminta patuhi zona bahaya dan rekomendasi resmi.

SuaraJatim.id - Gunung Semeru erupsi kembali mengguncang kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026) pagi.

Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut memuntahkan material abu dengan kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak, menandai berlanjutnya dinamika kegempaan di level siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan bahwa Gunung Semeru erupsi terjadi pada Kamis (8/1) pukul 07.14 WIB.

Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis (8/1), pukul 07.14 WIB, dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Sigit dalam laporan tertulis.

Ia menjelaskan, Gunung Semeru erupsi dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu. Abu vulkanik tersebut teramati memiliki intensitas tebal dan bergerak mengarah ke barat laut, mengikuti arah angin di sekitar kawasan puncak.

Secara instrumental, erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 14 milimeter dan durasi gempa letusan selama 120 detik. Data tersebut menunjukkan aktivitas erupsi yang masih konsisten dalam beberapa jam terakhir.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru erupsi sebanyak empat kali dalam kurun waktu Kamis (8/1). Aktivitas pertama tercatat pada pukul 00.33 WIB, disusul erupsi berikutnya pada pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom letusan 600 meter di atas puncak.

Selang beberapa menit kemudian, erupsi kembali terjadi pada pukul 05.25 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter. Erupsi keempat terjadi pada pukul 07.14 WIB, dengan karakteristik kolom abu serupa, yakni berwarna putih hingga kelabu dan intensitas tebal.

Sigit menegaskan bahwa saat ini Gunung Semeru erupsi dalam status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Sehubungan dengan itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dengan radius sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak gunung.

Daerah yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan yang berpotensi dilalui material lahar selama Gunung Semeru erupsi masih berlangsung. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak