- Moh Ali Makrus terseret ombak besar saat memancing di kawasan Pantai Payangan, Jember, pada Selasa, 28 April 2026 lalu.
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian selama lima hari di tengah kendala cuaca ekstrem dan ombak laut selatan.
- Korban ditemukan meninggal dunia tersangkut di celah karang pada Minggu, 3 Mei 2026, dan operasi SAR resmi ditutup.
SuaraJatim.id - Pantai Payangan di Jember dengan bukit Teluk Love-nya yang tersohor selalu menyuguhkan pemandangan eksotis bagi siapa saja yang datang. Namun, bagi Moh Ali Makrus (33), keelokan itu berubah menjadi maut dalam sekejap mata pada Selasa (28/4/2026) lalu.
Setelah lima hari menjadi misteri di balik gulungan ombak besar laut selatan, pencarian warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember itu akhirnya menemui titik akhir yang memilukan pada Minggu (3/5/2026).
Segalanya bermula saat Ali bersama dua rekannya mencoba peruntungan memancing di area bebatuan di belakang bukit Teluk Love.
Siang itu, alam mulai memberikan tanda-tanda bahaya. Ombak besar mulai menjilat karang, membuat rekan-rekan Ali merasa was-was dan mengajak untuk segera melompat ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga:Rp3 Miliar Menguap: Kejari Jember Naikkan Status Korupsi Bank Jatim Kalisat ke Penyidikan
Namun, takdir bergerak lebih cepat. Sebelum Ali sempat beranjak, sebuah ombak raksasa datang dari arah belakang, menghantam punggungnya dan melempar tubuhnya ke keganasan air.
Rekan-rekannya sempat berusaha menggapai tangannya, mencoba melawan tarikan laut yang luar biasa kuat. Namun, tenaga manusia tak sebanding dengan amukan samudra. Ali pun hilang ditelan buih putih.
Sejak laporan hilangnya Ali masuk, Tim SAR gabungan dari BPBD Jember dan Basarnas langsung mengerahkan kekuatan penuh.
Pencarian dibagi menjadi dua tim yang menyisir perairan menggunakan perahu LCR. Nama-nama pantai populer seperti Papuma, Watu Ulo, hingga Payangan disisir jengkal demi jengkal.
"Kami sempat mengalami kendala karena tingginya ombak selama pencarian," ujar Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo.
Baca Juga:Gus Fawait Pasang Badan: Tak Ada PHK bagi PPPK Jember Hingga 2027
Laut selatan memang dikenal tidak ramah, apalagi bagi misi penyelamatan yang harus beradu dengan waktu dan cuaca ekstrem.
Namun, kerja keras itu membuahkan hasil di hari kelima. Tim menemukan tubuh Ali sudah tak bernyawa, tersangkut di antara celah batu karang, hanya berjarak sekitar 200 meter dari titik awal ia terjatuh.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Di tengah empasan ombak yang masih tinggi, petugas dengan hati-hati melepaskan tubuh korban dari jepitan karang untuk kemudian dibawa ke perahu.
Ali segera dilarikan ke Puskesmas Ambulu untuk keperluan medis terakhir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menanti dengan duka mendalam.
"Dengan ditemukannya korban pada hari kelima, maka operasi SAR di Payangan resmi kami tutup," tambah Edy, seraya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini. (ANTARA)