- Mohamad Vemas Agung, warga Jember, ditemukan memiliki dua paku dan tiga benda asing dalam tubuhnya saat pemeriksaan medis.
- Temuan medis tersebut terungkap melalui foto ronsen di RSJ Lawang sebelum ia menjalani perawatan kejiwaan lebih lanjut.
- Keluarga menyatakan Vemas memiliki kebiasaan menelan benda asing sejak lama setelah mengalami kecelakaan sepeda motor pada tahun 2018.
SuaraJatim.id - Dua buah paku dan tiga benda asing yang belum teridentifikasi ditemukan di dalam tubuh Mohamad Vemas Agung (23), warga Dusun Lengkong, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang sempat dipasung karena gangguan jiwa.
Keberadaan benda-benda asing ini terungkap dari hasil foto ronsen dan cek kesehatan sebelum Vemas menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang, oleh Unit Pelaksana Teknis Lingkungan Pondok Sosial Dinas Sosial Jember dan relawan Ben Seromben Indonesia.
"Ada hitam-hitam yang kami tidak tahu itu apa, apakah gumpalan darah atau apa. Kami tidak bisa memastikan," kata Kepala UPT Liposos Dinas Sosial Jember, Roni Effendi, Rabu (8/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Pihak RSJ Lawang menyarankan agar persoalan ini diselesaikan dulu sebelum menjalani rawat kejiawaan.
Baca Juga:Bak Hotel, Maraknya Kos Harian di Jember Bikin Pengusaha PHRI Meradang
"Karena itu butuh tindakan besar, misalkan terjadi apa-apa, kami langsung menghubungi keluarga bersangkutan. Ayah dan kakaknya meluncur ke RS Jiwa Lawang. Tindakan (operasi) besar ini butuh statement orang tua," kata Roni.
Dari penjelasan keluarga diketahui bahwa Vemas memang sembarangan menelan benda-benda asing sejak lama. “Namun pihak keluarga tidak tahu apa saja yang dimakan,” kata Roni.
Vemas lebuh banyak diam saat ditanya. Sebelum dibawa ke RSJ Lawang, kakinya dirantai keluarga karena kerap berperilaku agresif.
Vemas menunjukkan perubahan perilaku dan perangai setelah mengalami cedera kepala saat kecelakaan sepeda motor pada 2018. Saat itu dia masih duduk di bangku SMP.
Keluarga sudah berupaya mengobati Vemas pada 2023. Namun dua bulan terakhir ini dia menolak makan dan minum obat. Dinsos dan relawan sosial kemudian mengevakuasinya kemarin ke RSJ Lawang.
Baca Juga:Kronologi Penemuan Granat Nanas di Lemari Warga Jember, Berawal dari Kiriman Orang Tua