- Puluhan mahasiswa Cipayung Plus Jawa Timur berunjuk rasa di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Surabaya pada Rabu, 10 Juni 2026.
- Demonstran menuntut evaluasi kinerja Bank Indonesia akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang dianggap mengancam stabilitas ekonomi nasional saat ini.
- Aksi diakhiri dengan penyampaian tujuh tuntutan mahasiswa, termasuk desakan pencopotan Gubernur Bank Indonesia serta kewajiban melakukan sumpah mubahalah pejabat.
Massa aksi mengancam untuk kembali datang menyerbu Gedung BI, guna bertemu Gubernur BI melakukan sumpah mubahalah.
Dalam aksi tersebut, Cipayung Plus Jatim menyampaikan tujuh tuntutan utama, yakni mendesak BI membuka peta jalan penyelamatan rupiah secara transparan, meminta DPR melakukan evaluasi total terhadap kinerja BI.
Tuntutan selanjutnya adalah memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, mendorong reformasi kelembagaan BI, meminta seluruh pejabat BI bekerja lebih serius menjaga martabat rupiah, mendesak pencopotan Gubernur BI beserta jajarannya, serta meminta Kepala Perwakilan BI Jatim melakukan sumpah mubahalah.
Di tengah tekanan terhadap nilai tukar dan tantangan ekonomi global, mahasiswa menilai pemerintah dan Bank Indonesia harus segera menunjukkan langkah konkret untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Baca Juga:Buka Expo Konstruksi, Gubernur Khofifah Optimistis pada Penciptaan Lapangan Kerja di Jatim
Kontributor : Dimas Angga Perkasa