SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat upaya membangun kemandirian dan percepat pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Sapa Bansos 2026.
Gubernur Khofifah menyalurkan bantuan sosial, tali asih pilar sosial, serta zakat produktif dengan total nilai Rp2.272.600.000 bagi masyarakat Kota Probolinggo di Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (8/6).
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jawa Timur dalam menghadirkan perlindungan sosial yang tidak hanya bersifat membantu sesaat, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Gubernur Khofifah menegaskan, pendekatan perlindungan sosial yang dijalankan Pemprov Jawa Timur saat ini mengedepankan dua strategi sekaligus, yakni charity (perlindungan sosial) bagi kelompok rentan dan empowering (pemberdayaan) bagi masyarakat yang memiliki potensi untuk berkembang secara ekonomi.
Baca Juga:Bromo Membeku! Salju Pertama 2026 Muncul di Lautan Pasir, Sensasi Dingin yang Memikat Dunia
"Fokus utama kita adalah mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus menekan ketimpangan sosial. Sehingga, perlindungan sosial yang diberikan harus adaptif dan mampu memberdayakan masyarakat," ujarnya.
Khofifah menambahkan, seluruh program bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dengan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan atau no one left behind.
"Melalui pendekatan perlindungan dan pemberdayaan secara bersamaan, kita ingin memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan mendapatkan bantuan, sekaligus membuka ruang agar mereka mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri," imbuhnya.
Khofifah menjelaskan, pada tahun 2026 Pemprov Jawa Timur mengalokasikan bantuan sosial dan tali asih pilar sosial senilai Rp171,239 miliar yang disalurkan kepada masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, Kota Probolinggo memperoleh alokasi sebesar Rp2,273 miliar.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) senilai Rp1,202 miliar kepada 601 keluarga penerima manfaat. Selain itu, bantuan sosial untuk masyarakat kategori kemiskinan ekstrem disalurkan kepada 284 penerima dengan total nilai Rp426 juta.
Baca Juga:Buka Expo Konstruksi, Gubernur Khofifah Optimistis pada Penciptaan Lapangan Kerja di Jatim
Pemprov Jawa Timur juga menyalurkan Bantuan Sosial Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) senilai Rp216 juta kepada 60 penerima manfaat. Selanjutnya, bantuan KIP KPM JAWARA sebesar Rp300 juta diberikan kepada 100 penerima, masing-masing memperoleh Rp3 juta per tahun.
Tidak hanya itu, bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) dan tali asih juga diberikan kepada 27 pilar sosial yang terdiri atas Pendamping Disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dengan total nilai Rp78,6 juta.
Sebagai bentuk penguatan ekonomi masyarakat, Pemprov Jawa Timur melalui sinergi bersama BUMD juga menyalurkan zakat produktif senilai Rp50 juta kepada 100 penerima manfaat. Masing-masing penerima memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp500 ribu.
Khofifah menegaskan bahwa bantuan yang bersifat pemberdayaan seperti zakat produktif dan bantuan bagi keluarga miskin ekstrem diharapkan mampu menjadi pengungkit ekonomi keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik pinjaman berbunga tinggi atau rente.
"Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat disaat memang ada yang dipakai untuk modal, yang bersifat empowering, tapi ada juga yang charity," harap Khofifah.
Ia kembali menekankan bahwa Bansos ini adalah wujud upaya bersama untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kemandirian keluarga penerima manfaat. Ia berharap agar bantuan yang disalurkan bukan sekedar bantuan sesaat, tapi bagaimana bantuan itu bisa berkelanjutan dan adaptif.