Ia menyatakan bangga karena putra-putri terbaik Papua kembali mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di Jawa Timur. Menurutnya, kesempatan itu menjadi modal penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua yang unggul dan berdaya saing.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus membuka ruang bagi anak-anak terbaik kami, sehingga mereka dapat menimba ilmu di sini," katanya.
Velix menilai Jawa Timur menjadi tempat yang tepat bagi para siswa Papua untuk belajar. Selain unggul dalam kualitas pendidikan, Jawa Timur juga memiliki kekayaan budaya dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.
"Jawa Timur adalah rumah bagi semua budaya, rumah Bhinneka Tunggal Ika. Anak-anak Papua yang belajar di sini tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kelas, tetapi juga dididik membangun karakter, mental, spiritual, wawasan kebangsaan, serta merasakan suasana budaya, persaudaraan, dan semangat pembangunan. Bekal inilah yang kelak akan mereka bawa pulang untuk membangun Tanah Papua," ucapnya.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi: Optimis Tumbuh
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di Jawa Timur tahun 2026 menerima 152 siswa asal Papua. Mereka terdiri atas 15 siswa dari Papua Barat, 30 siswa dari Papua Tengah, 35 siswa dari Papua Selatan, 40 siswa dari Papua Pegunungan, dan 32 siswa dari Jayapura.
Seluruh peserta akan menempuh pendidikan di SMA dan SMK yang tersebar di 10 daerah di Jawa Timur, yakni Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan. Para siswa dijadwalkan mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (13/7/2026) di sekolah masing-masing.
Pada kesempatan yang sama juga hadir 18 peserta ADEM Repatriasi asal Malaysia yang merupakan bagian dari program ADEM Repatriasi yang telah dilepas Gubernur Khofifah pada awal Juli lalu.
"Kami telah menyiapkan sekolah-sekolah yang memiliki pengalaman membina peserta didik Program ADEM. Mulai Senin nanti, anak-anak akan mengikuti MPLS sebagai langkah awal beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman barunya. Kami berharap mereka dapat belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi diri, serta menorehkan prestasi yang kelak menjadi bekal untuk membangun Papua dan Indonesia," pungkasnya.***
Baca Juga:Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Riau, Sukses Catat Transaksi Rp 1 Triliun Lebih