Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Didorong Kembali Jadi Rais Aam

KH Miftachul Akhyar didukung kembali menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-35 di Jombang

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:39 WIB
Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Didorong Kembali Jadi Rais Aam
KH Miftachul Akhyar didorong kembali menjadi Rais Aam PBNU. [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • KH Miftachul Akhyar didukung kembali menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-35 di Jombang karena dinilai independen.
  • Dukungan kepada KH Miftachul Akhyar mengalir dari 36 pengurus wilayah serta PCNU Kabupaten Batu Bara untuk menjaga marwah organisasi.
  • KH Miftachul Akhyar memiliki latar belakang keilmuan pesantren yang kuat dan pernah menerima Bintang Mahaputera Utama dari Presiden pada 2025.

SuaraJatim.id - Bursa pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU semakin menjadi sorotan.

Di tengah tarik-menarik kepentingan dan riuhnya dinamika politik organisasi, nama KH Miftachul Akhyar kembali mengemuka sebagai figur yang dinilai mampu menjaga marwah Syuriyah sekaligus memastikan otoritas ulama tetap menjadi kompas NU memasuki abad kedua.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya itu dipandang memiliki modal keulamaan, pengalaman organisasi, serta sikap independen yang dibutuhkan untuk menjaga NU agar tidak terseret terlalu jauh ke dalam kepentingan politik praktis.

Jejak keilmuan KH Miftachul Akhyar dibangun sejak usia delapan tahun ketika menimba ilmu di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Baca Juga:Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!

Perjalanan intelektualnya berlanjut ke Pesantren Rejoso Darul Ulum, Sidogiri, Al-Islah Soditan Lasem, hingga berguru kepada Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

Bagi pendukungnya, perjalanan panjang tersebut bukan sekadar catatan pendidikan pesantren. Sanad keilmuan itu menjadi salah satu alasan KH Miftachul Akhyar dinilai memiliki pijakan kuat untuk memimpin otoritas tertinggi ulama NU.

Sikapnya dalam menjaga independensi juga pernah ditunjukkan ketika memilih mundur dari jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2022. Keputusan tersebut diambil untuk lebih fokus menjalankan khidmah sekaligus menghindari rangkap jabatan.

Pilihan itu menjadi salah satu rekam jejak yang kerap dikaitkan dengan gagasan bahwa Rais Aam harus berdiri di atas kepentingan kelompok dan tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis.

Tegaskan Otoritas Syuriyah

Baca Juga:Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU

Keteguhan KH Miftachul Akhyar juga terlihat ketika NU menghadapi persoalan kepemimpinan. Ia menegaskan posisi dan otoritas Syuriyah sebagai salah satu pilar utama organisasi.

Sikap tersebut kemudian mendapat dukungan dari 36 pengurus wilayah. Dinamika itu berujung pada keputusan mempercepat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akhirnya digelar di Tambakberas, Jombang.

Di tengah situasi yang sempat diwarnai ketegangan, KH Miftachul Akhyar juga tampil sebagai salah satu figur yang berusaha menjaga suasana tetap kondusif. Ia memimpin istighosah yang diikuti ribuan nahdliyin menjelang pelaksanaan Muktamar.

Pesan yang disampaikan bukan sekadar ritual keagamaan. Istighosah menjadi simbol penting bahwa dalam situasi politik organisasi yang menghangat, NU tetap memiliki ruang untuk kembali kepada tradisi keulamaan.

Sikap tersebut kembali terlihat dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU. KH Miftachul Akhyar menyampaikan Khutbah Iftitah dalam bahasa Arab, meneruskan tradisi yang diwariskan para pendahulu NU.

Dalam khutbah tersebut, ia menyampaikan tiga kegembiraan: kelahiran Nabi Muhammad SAW, 81 tahun kemerdekaan Indonesia, serta terselenggaranya Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, pesantren yang memiliki kaitan historis kuat dengan salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini