- KH Miftachul Akhyar didukung kembali menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-35 di Jombang karena dinilai independen.
- Dukungan kepada KH Miftachul Akhyar mengalir dari 36 pengurus wilayah serta PCNU Kabupaten Batu Bara untuk menjaga marwah organisasi.
- KH Miftachul Akhyar memiliki latar belakang keilmuan pesantren yang kuat dan pernah menerima Bintang Mahaputera Utama dari Presiden pada 2025.
Namun, di balik pesan kegembiraan tersebut, terselip peringatan yang relevan dengan situasi Muktamar.
KH Miftachul Akhyar mengingatkan bahwa fitnah merupakan bercampurnya kebenaran dan kebatilan. Pesan ini menjadi penting ketika dinamika perebutan posisi strategis di tubuh NU berlangsung di tengah derasnya informasi, klaim, dan kepentingan yang saling berkelindan.
Dukungan dari Daerah Mengalir
Dorongan agar KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU juga datang dari pengurus NU di daerah.
Baca Juga:Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!
Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Batu Bara, M. Ridwan Butar-Butar, secara terbuka menyampaikan harapan agar KH Miftachul Akhyar kembali memimpin Syuriyah PBNU.
“Harapan kami KH Miftachul Akhyar kembali menjadi Rais Aam PBNU. Beliau memiliki kapasitas keulamaan dan pengalaman yang sangat dibutuhkan untuk menjaga arah perjuangan NU,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan NU ke depan membutuhkan figur yang mampu menjaga persatuan sekaligus mempertahankan marwah organisasi.
“Kepemimpinan di tingkat PBNU harus mampu menjaga persatuan dan marwah organisasi. Kami melihat KH Miftachul Akhyar memiliki kapasitas tersebut,” tegasnya.
Pengabdian KH Miftachul Akhyar juga mendapat pengakuan negara. Pada 2025, ia menerima Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga:Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU
Kontributor : Dimas Angga Perkasa