Baca 10 detik
- KH Yahya Cholil Staquf menyatakan kesiapannya maju kembali sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 di Jombang.
- Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 27 Agustus 2026, demi menuntaskan janji transformasi organisasi NU periode sebelumnya.
- Gus Yahya juga menepis isu intervensi Istana dan menegaskan PBNU tidak boleh menjadi kendaraan politik kekuasaan.
Langkah Gus Yahya tidak dilakukan dengan kepala tegak sendiri. Ia mengaku telah bersimpuh di hadapan para kiai sepuh untuk memohon restu. Baginya, restu para guru adalah pelapis hati agar niatnya tidak melenceng menjadi ambisi pribadi yang buta.
Kini, nasib utang Gus Yahya ada di tangan 556 pemilik suara yang berhak menentukan arah baru PBNU. Apakah mereka akan memberikan waktu tambahan bagi sang arsitek untuk merampungkan bangunannya, ataukah sejarah akan menuliskan narasi yang berbeda di akhir Muktamar Jombang ini?