- KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
- Pemilihan tersebut ditetapkan melalui musyawarah mufakat sembilan ulama AHWA di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang.
- Gus Kikin yang merupakan cicit pendiri NU berhasil meraih usulan tertinggi dengan perolehan 472 suara muktamirin.
Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin menjabat Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024-2029. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai salah satu ketua di PBNU dan memiliki pengalaman memimpin jaringan organisasi dengan 45 PCNU di Jawa Timur.
Latar belakang tersebut menjadi salah satu modal penting ketika PBNU memasuki fase baru pada abad keduanya.
Membawa NU Kembali ke Qanun Asasi
Arah besar yang selama ini dikaitkan dengan kepemimpinan Gus Kikin adalah upaya menghidupkan kembali Qanun Asasi sebagai pedoman dasar organisasi.
Baca Juga:Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha
Penguatan adab, sanad keilmuan, tradisi pesantren, hingga pengembangan ekonomi warga NU menjadi bagian dari gagasan yang dibawa untuk masa depan organisasi.
Di titik inilah kepemimpinan Gus Kikin dinilai memiliki makna simbolik sekaligus strategis. NU tidak hanya diajak kembali menguatkan akar pemikiran para pendiri, tetapi juga menghadapi tantangan masa depan melalui kemandirian ekonomi.
Latar belakang Gus Kikin sebagai pengusaha bahkan mengingatkan pada Hasan Gipo, Ketua Umum pertama NU yang juga dikenal sebagai saudagar. Gagasan tersebut memperkuat narasi bahwa NU memasuki abad kedua dengan tetap berpijak pada tradisi, sembari membangun kemandirian warganya.
Terpilihnya Gus Kikin di Jombang, tanah kelahiran para muassis NU, juga melengkapi terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU.
Kombinasi kepemimpinan tersebut menjadi penanda babak baru NU: menjaga kesinambungan tradisi, memperkuat persatuan, serta mengembalikan Qanun Asasi sebagai salah satu pijakan penting dalam menatap abad kedua.
Baca Juga:Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali
Bagi warga NU, terpilihnya Gus Kikin bukan sekadar pergantian Ketua Umum. Ini adalah momentum ketika garis sejarah, tradisi Tebuireng, dan agenda masa depan NU kembali bertemu di Jombang.
Dari tanah para pendiri, NU kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan cicit Hadratussyaikh dengan pesan yang kuat: kembali ke akar, menjaga ukhuwah, dan membangun kemandirian.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa