- Kecelakaan lalu lintas akibat babi hutan terjadi di Jalan Raya Ngumpul-Sumoroto pada Kamis dini hari.
- Pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Jambon untuk mendapatkan perawatan.
- Kapolsek Jambon mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan dekat kawasan hutan.
SuaraJatim.id - Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Ngumpul-Sumoroto, kawasan Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Kamis (3/9/2026) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.
Tanpa peringatan, seekor babi hutan berukuran besar melompat keluar dari rimbunnya semak, memotong jalur tepat di depan motor yang tengah melaju kencang.
Tak ada waktu untuk mengerem, tak ada ruang untuk menghindar. Benturan keras pun tak terelakkan. Akibat tabrakan maut tersebut, sang pengendara terlempar dari tunggangannya.
Sepeda motor miliknya ringsek parah, sementara si babi hutan tewas seketika di lokasi kejadian akibat hantaman benda keras.
Baca Juga:Sudah Tender Rp7,3 Miliar, Pembangunan TPA Mrican Baru Ponorogo Terancam Batal
"Kejadiannya sangat cepat. Begitu motor lewat, tiba-tiba seekor babi menyeberang dan terjadi tabrakan," ungkap Kapolsek Jambon, AKP Sarwoto, Sabtu (5/9/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Beruntung, meski menderita luka-luka di tangan dan kaki, sang pengendara masih dalam kondisi sadar. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Jambon untuk mendapatkan perawatan medis intensif sebelum akhirnya pihak keluarga menjemputnya.
Munculnya babi hutan di jalan raya ini bukanlah tanpa alasan. Wilayah Karanglo Kidul memang dikenal berbatasan langsung dengan kawasan hutan lebat.
Di saat malam mencapai puncaknya, hewan-hewan liar sering kali keluar dari habitatnya untuk mencari makan atau sekadar berpindah lokasi, tanpa menyadari bahaya kendaraan yang melintas.
"Karena daerah tersebut berbatasan dengan hutan, kemungkinan besar babi itu memang berasal dari sana," tambah AKP Sarwoto.
Baca Juga:Kecelakaan di Simpang Kembang Ijo Tuban: Nyawa Gadis 19 Tahun Melayang
Uniknya, atas kesepakatan bersama, bangkai babi hutan yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut akhirnya diserahkan kepada warga sekitar untuk ditangani lebih lanjut.
AKP Sarwoto mengimbau dengan tegas agar masyarakat lebih waspada saat melintasi jalur yang membelah atau berbatasan dengan hutan, terutama pada jam-jam rawan.
"Intinya, tolong bagi warga yang melintas di malam hari untuk selalu berhati-hati. Jangan memacu kendaraan terlalu kencang di lokasi yang dekat dengan hutan. Hewan liar bisa muncul kapan saja dan membahayakan nyawa Anda," pungkasnya.