- Pikap operasional KDMP Krisik Blitar hancur ditabrak Toyota Fortuner di Jalan Desa Soso pada Sabtu (19/9/2026).
- Kecelakaan terjadi karena pengemudi Fortuner panik saat menyalip dan membanting setir akibat munculnya sepeda motor dari arah berlawanan.
- Musibah ini menimbulkan kerugian material sekitar Rp85 juta serta membebani keuangan koperasi yang belum menghasilkan keuntungan.
SuaraJatim.id - Nasib nahas bak pepatah sudah jatuh tertimpa tangga menimpa Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP) Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Di tengah perjuangan menata arus kas dan etalase toko yang menipis, satu-satunya mobil pikap operasional milik koperasi desa tersebut hancur tak berbentuk usai diseruduk SUV Toyota Fortuner di Jalan Umum Desa Soso, Sabtu (19/9/2026) siang.
Musibah ini menyisakan pukulan finansial telak. Estimasi biaya perbaikan kendaraan yang ditaksir menembus angka Rp85 juta kini membayangi pengurus, padahal unit usaha ekonomi kerakyatan tersebut sama sekali belum mencicipi keuntungan (profit).
Ironi bermula saat Wakil Ketua KDMP Krisik, Reza Irawan (30), memacu pikap merek Mahindra melintasi Kecamatan Talun menuju markas koperasi.
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
Niat hati ingin menyuplai stok sembako bagi gerai warga desa, armada justru pulang dalam kondisi bak kosong melompong lantaran pasokan barang dagangan dari BUMN Agrinas belum siap didistribusikan. Nahas, dalam perjalanan pulang tanpa muatan itulah, petaka menghantam dari arah belakang.
"Saya bingung biaya perbaikannya nanti dicari dari mana, sementara KDMP Krisik sendiri sampai hari ini belum menghasilkan profit sepeser pun," keluh Kepala Desa Krisik sekaligus Pengawas KDMP, Hari Budi Setiawan (Wawan), dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Wawan menegaskan, pihak koperasi menuntut pertanggungjawaban mutlak dari pengemudi Toyota Fortuner berinisial Y (20), pemuda asal Desa Semen, untuk menanggung seluruh ongkos perbaikan armada tersebut.
Sebagai informasi, gerai KDMP Krisik bukanlah unit usaha sembarangan. Toko ritel sembako murah ini merupakan bagian dari program percontohan mandiri pangan nasional yang sempat diresmikan serentak oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa bulan lalu.
Namun di lapangan, denyut nadi bisnis koperasi ini masih tertatih-tatih. Pasokan barang dari Agrinas belakangan tersendat hebat, membuat rak-rak toko kian lengang.
Baca Juga:Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental
Hingga saat ini, napas operasional, mulai dari tagihan listrik, BBM, hingga upah enam orang karyawan sebesar Rp1,9 juta per bulan, masih murni bergantung pada sokongan pihak Agrinas.
Kehilangan armada angkut akibat tabrakan ini otomatis memotong urat nadi distribusi pasokan sembako warga yang sedang diperjuangkan.
Secara terpisah, Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Syaiful Muheni membeberkan bahwa insiden maut tersebut murni dipicu oleh kelalaian fatal pengemudi Fortuner.
Kecelakaan bermula ketika mobil bongsor yang dikemudikan pemuda 20 tahun itu melaju kencang dari arah selatan dan berniat menyalip pikap KDMP di depannya. Tiba-tiba, sebuah sepeda motor muncul dari arah berlawanan.
"Pengemudi Fortuner panik, lalu membanting setir secara mendadak ke kiri hingga menghantam keras bagian belakang pikap. Pengemudi Fortuner mengalami luka ringan dan dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp85 juta," papar Aiptu Syaiful.
Hasil olah TKP Unit Gakkum Satlantas Polres Blitar menyimpulkan insiden ini terjadi akibat faktor human error pengemudi Fortuner yang ceroboh dan tidak mengukur jarak aman saat bermanuver di jalan sempit.