- Warga Sampang berdatangan untuk bertakziah setelah mendengar pengumuman kematian Syaiful dari masjid.
- Syaiful tiba-tiba pulang ke rumah dalam keadaan sehat sehingga membuat para pelayat terkejut.
- Polisi menyatakan kejadian tersebut disebabkan kelalaian pengurus masjid yang menyebarkan informasi tanpa konfirmasi.
SuaraJatim.id - Suasana duka mendalam yang menyelimuti sebuah rumah di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, mendadak berubah menjadi rasa canggung bercampur kaget.
Pasalnya, sang pemilik rumah yang baru saja diumumkan meninggal dunia lewat pengeras suara masjid, tiba-tiba melangkah masuk ke pintu rumah dalam kondisi sehat walafiat.
Peristiwa menggelitik yang sempat terekam video dan viral di jagat maya ini menimpa seorang pemuda setempat bernama Syaiful.
Kehebohan bermula saat suara dari pengeras suara masjid desa mengumandangkan berita duka cita yang menyebutkan bahwa Syaiful telah berpulang ke pangkuan Ilahi.
Baca Juga:Putra Proklamator yang Rela Tidur di Gudang: Mengenang Kesahajaan Guruh Soekarnoputra
Mendengar kabar duka tersebut, pihak keluarga yang panik bersama puluhan warga sekitar langsung mendatangi rumah duka untuk bertakziah.
Isak tangis dan doa seketika menggema di kediaman Syaiful. Namun, baru berselang beberapa menit warga berkumpul, suasana haru tersebut buyar seketika.
Tanpa rasa bersalah, Syaiful yang saat itu memang sedang berada di luar rumah, melenggang santai pulang ke rumahnya. Kehadirannya yang masih segar bugar kontan membuat para pelayat melongo dan terperangah.
Kapolsek Omben, AKP Sujinarto, membenarkan insiden janggal yang memicu kegaduhan warga tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran polisi di tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa itu murni dipicu oleh kelalaian takmir masjid yang menyebarkan informasi tanpa kroscek (tabayyun).
"Kalau rekaman video yang viral itu benar adanya. Tapi orang yang dikabarkan meninggal sebenarnya masih hidup. Ada kesalahpahaman fatal dari pihak takmir masjid, karena beberapa menit setelah diumumkan, Syaiful justru pulang ke rumah dalam keadaan baik-baik saja," ungkap AKP Sujinarto, Selasa (29/9/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga:Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI
Saat diinterogasi polisi, pengurus masjid berdalih dirinya menyiarkan berita lelayu tersebut setelah menerima panggilan telepon dari orang tak dikenal.
Tanpa memverifikasi kebenaran identitas penelepon maupun kondisi korban yang sebenarnya, ia langsung menyalakan mikrofon masjid dan mengabarkan kematian Syaiful ke seantero desa.
Menyikapi insiden prank yang meresahkan ini, pihak kepolisian melayangkan peringatan keras kepada seluruh masyarakat agar tidak bermain-main dengan isu kematian.
"Kami mengimbau keras warga, khususnya di Kecamatan Omben, jangan pernah bermain-main dengan kabar bohong, apalagi menyangkut nyawa manusia. Urusan kematian seseorang itu sakral dan bukan bahan lelucon atau candaan," tegas AKP Sujinarto.