- Asa Nurul Hasanah asal Sampang menjadi korban TPPO oleh calo bernama Holis yang membuangnya ke Libya pada Oktober 2026.
- Nurul mengalami patah tulang akibat kecelakaan kerja dan dimintai agensi tebusan Rp125 juta untuk biaya kepulangannya.
- Disnaker Sampang langsung berkoordinasi dengan Kemlu dan kementerian terkait guna memproses evakuasi darurat korban ke Indonesia.
SuaraJatim.id - Asa Nurul Hasanah (49) untuk memperbaiki nasib di negeri orang berujung petaka. Perempuan asal Kelurahan Rong Tengah, Kabupaten Sampang, Madura ini menjadi korban sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Dijanjikan bekerja di gemerlapnya Dubai, Uni Emirat Arab, Nurul justru dibuang ke negara konflik, Libya, hingga mengalami patah tulang.
Kisah pilu Nurul terbongkar lewat sebuah rekaman video berdurasi singkat yang viral di media sosial. Sambil menahan sakit fisik dan tekanan batin, ia menceritakan awal mula penipuan yang menjeratnya.
Seorang calo atau sponsor bernama Holis sebelumnya menggaransi bahwa ia akan ditempatkan di Dubai. Namun di tengah perjalanan, rute mendadak dibelokkan sepihak tanpa kejelasan hingga ia tiba di Libya.
Baca Juga:Diduga Hilang Fokus, Honda Scoopy Oleng Hantam Pikap L300 di JLS Sampang: Perempuan Tewas
Penderitaan Nurul semakin lengkap saat ia mengalami kecelakaan kerja hebat di tempatnya dipekerjakan.
"Saya diberangkatkan sponsor bernama Pak Holis ke Dubai, tapi saya dibuang ke Libya. Di sini saya kecelakaan kerja sampai tulang tangan saya patah," rintih Nurul dengan nada putus asa dalam rekaman video tersebut dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Alih-alih mendapat jalan mulus untuk pulang ke Tanah Air, upayanya melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) justru membentur tembok tebal.
Pihak agensi di sana dilaporkan menuntut uang ganti rugi dalam jumlah fantastis jika Nurul ingin dipulangkan.
"Saya sudah mengadu ke KBRI, tetapi diminta membayar ganti rugi 7.000 dolar (sekitar Rp125 juta)," imbuhnya lirih.
Baca Juga:Bawa Polisi, Suami Gerebek Oknum Dokter dan Istrinya di Ruang Kepala Puskesmas Sampang
Merespons video viral yang menyayat hati tersebut, Pemerintah Kabupaten Sampang bergerak cepat. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat memastikan tengah memproses skema pemulangan darurat bagi Nurul.
Kabid Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo, menegaskan pihaknya telah mengantongi surat pernyataan resmi dari keluarga korban sebagai dasar tindakan hukum dan diplomasi.
“Kami siap memfasilitasi sepenuhnya proses pemulangan korban. Surat pernyataan dari keluarga sudah kami pegang,” tegas Uriantono, Rabu (14/10/2026).
Saat ini, lanjut Uriantono, koordinasi lintas lembaga tingkat pusat telah ditempuh guna menyelamatkan nyawa warganya tersebut.
"Prosesnya langsung kami teruskan ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk upaya evakuasi secepatnya," pungkasnya.