- Oknum prajurit TNI berinisial MS dilaporkan ke Subdenpom Lamongan karena diduga memukul kepala sekolah pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
- Insiden di Desa Meluntur tersebut dipicu ketidakterimaan pelaku saat anaknya diminta pulang mengambil kaos kaki ketika razia kedisiplinan.
- Penyidik Subdenpom Lamongan telah memeriksa saksi kunci dan mengajukan permohonan rekam medis guna melengkapi proses hukum yang berjalan.
SuaraJatim.id - Perkara sepele razia kedisiplinan sekolah berujung meja hukum militer. Seorang oknum prajurit TNI berinisial MS resmi dilaporkan ke Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) V/2-3 Lamongan usai diduga melayangkan pukulan ke arah wajah seorang Kepala Sekolah di Desa Meluntur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.
Pemicunya si oknum tentara tak terima anaknya diminta pulang untuk mengambil kaos kaki saat penertiban seragam sekolah.
Pendamping hukum korban dari Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PCNU Lamongan, Nur Afid Santoso, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus dugaan penganiayaan ini tengah diproses secara intensif oleh penyidik Polisi Militer.
"Laporan kami terus berjalan. Sejumlah saksi kunci yang berada di lokasi dan mengetahui peristiwa pemukulan tersebut sudah dimintai keterangan resmi oleh penyidik Subdenpom Lamongan," kata Nur Afid, Senin (19/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga:Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain, Persela Dipaksa Deltras FC Berbagi Poin di Surajaya
Guna melengkapi alat bukti visum et repertum, Polisi Militer telah melayangkan surat permohonan rekam medis ke Rumah Sakit Intan Medika untuk memeriksa luka di wajah korban.
Insiden pemukulan ini bermula saat pihak sekolah menggelar pemeriksaan kedisiplinan rutin pada Sabtu (17/10/2026) pagi.
Dalam razia tata tertib itu, sejumlah siswa yang kedapatan tidak mengenakan kaos kaki, termasuk anak dari MS, diminta pihak sekolah pulang sejenak ke rumah masing-masing untuk mengambil perlengkapan seragam tersebut.
Bukannya mendidik anak mematuhi aturan, MS justru mendatangi sekolah dengan emosi tersulut. Ia merangsek masuk ke ruang kerja MM, sang Kepala Sekolah.
Adu argumen sengit tak terhindarkan di dalam ruangan. Di tengah perdebatan itu, MS yang tersulut emosi diduga langsung melayangkan bogem mentah tepat ke arah wajah sang kepala sekolah.
Baca Juga:Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor
Pemerintah desa setempat sebenarnya sempat menginisiasi mediasi secara kekeluargaan untuk meredam insiden memalukan ini.
Namun, korban yang merasa martabat dunia pendidikan telah diinjak-injak memilih menolak jalur damai dan menggandeng LPBH PCNU Lamongan untuk menyeret pelaku ke ranah hukum militer pada Sabtu malam.
Hingga saat ini, proses hukum masih bergulir di Subdenpom Lamongan. Publik kini menanti ketegasan institusi militer dalam memproses dugaan aksi arogansi oknum prajurit terhadap tenaga pendidik tersebut.