- Seorang pengamen asal Solo berinisial AS meninggal dunia di RSML Lamongan pada Senin (21/9/2026).
- Korban tewas akibat luka tusuk di perut setelah berkelahi dengan sesama pengamen berinisial ML pada Sabtu (19/9/2026).
- Pertikaian berdarah di Jalan Lingkar Utara Lamongan tersebut dipicu oleh sengketa perebutan wilayah lahan mengamen.
SuaraJatim.id - Perkelahian dua pengamen di kawasan Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan berujung maut. AS (40), pengamen asal Solo, meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan intensif akibat luka tusuk di bagian perut.
AS mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
“Kami mendapatkan informasi korban penusukan di sekitar lampu merah Jalan Lingkar Utara (JLU) Plosowahyu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan sekitar pukul 10.00 WIB,” kata KBO Satreskrim Polres Lamongan Iptu M. Yusuf Efendi melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Senin (21/9/2026).
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah AS diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Baca Juga:Peredaran Rokok Ilegal Diburu, Puluhan Ribu Batang Diamankan di Lamongan
Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan traffic light JLU Lamongan sisi barat. AS terlibat pertikaian dengan sesama pengamen berinisial ML (30), warga Pasuruan.
Pertikaian itu diduga dipicu persoalan lahan mengamen. Berdasarkan keterangan ML kepada polisi, AS sebelumnya beberapa kali memperingatkannya agar tidak mengamen di lokasi tersebut karena dianggap memasuki wilayahnya.
Teguran kembali terjadi pada Sabtu siang. AS datang ke lokasi dan meminta ML meninggalkan kawasan tersebut. Perselisihan kemudian berkembang menjadi adu mulut hingga keduanya terlibat perkelahian.
Situasi semakin memanas ketika keduanya terlibat kontak fisik. Dalam perkelahian tersebut, AS sempat berada di atas ML dan mengunci lehernya.
Dalam kondisi tersebut, ML kemudian mengambil senjata tajam jenis sangkur yang disimpan di dalam tasnya. Senjata itu kemudian digunakan untuk menusuk AS di bagian perut.
Baca Juga:Perhutani dan Polres Lamongan Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Hutan
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan peristiwa itu kepada polisi. Petugas yang datang ke lokasi mengamankan ML dan membawanya ke Mapolres Lamongan.
Sementara itu, AS yang mengalami luka serius langsung dilarikan ke RSML untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, setelah dua hari menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong.
Polisi masih menangani perkara tersebut dan mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan pertikaian dua pengamen itu berujung pada kematian.