Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 2.106 sekolah swasta di Jawa Timur, terdiri atas 860 SMA dan 1.246 SMK, berkomitmen menyediakan 81.131 kuota bantuan. Jumlah tersebut mencakup 44.421 kuota beasiswa penuh dan 36.710 kuota keringanan biaya pendidikan, antara lain berupa pembebasan uang gedung dan potongan SPP.
Di jenjang pendidikan tinggi, sebanyak 84 PTS berkomitmen menyediakan 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru.
“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing,” tutur Gubernur Khofifah pada kesempatan yang sama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa apresiasi dari FK PKBM Indonesia menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur sekaligus pengingat untuk terus menjangkau anak-anak yang masih menghadapi hambatan pendidikan.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M
“Selamat kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa atas Anugerah Adhiwidya PNFI 2026 kategori Pelopor Penuntasan ATS/APS. Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur dan merupakan apresiasi atas komitmen Ibu Gubernur dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh anak,” ujar Aries.
Menurut Aries, setiap anak memiliki latar belakang dan hambatan yang berbeda. Bagi anak yang kesulitan mengikuti pendidikan formal secara reguler, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menyediakan pilihan belajar dengan waktu dan pola pendampingan yang lebih fleksibel. Dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan agar anak dapat kembali belajar dan melanjutkan pendidikannya.
“Penanganan ATS dan APS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, PKBM, keluarga, dan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa anak-anak yang menghadapi hambatan pendidikan tetap mendapatkan pendampingan dan layanan belajar yang sesuai. Jangan sampai kondisi yang mereka hadapi hari ini menutup kesempatan untuk meraih cita-cita di masa depan,” pungkas Aries.***