Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Ini menegaskan komitmen jaga harapan anak Jawa Timur.

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Minggu, 08 November 2026 | 19:04 WIB
Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meraih anugerah Adhiwidya PNFI 2026. (Dok. Pemprov Jatim)

Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 2.106 sekolah swasta di Jawa Timur, terdiri atas 860 SMA dan 1.246 SMK, berkomitmen menyediakan 81.131 kuota bantuan. Jumlah tersebut mencakup 44.421 kuota beasiswa penuh dan 36.710 kuota keringanan biaya pendidikan, antara lain berupa pembebasan uang gedung dan potongan SPP.

Di jenjang pendidikan tinggi, sebanyak 84 PTS berkomitmen menyediakan 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru.

“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing,” tutur Gubernur Khofifah pada kesempatan yang sama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa apresiasi dari FK PKBM Indonesia menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur sekaligus pengingat untuk terus menjangkau anak-anak yang masih menghadapi hambatan pendidikan.

Baca Juga:Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M

“Selamat kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa atas Anugerah Adhiwidya PNFI 2026 kategori Pelopor Penuntasan ATS/APS. Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur dan merupakan apresiasi atas komitmen Ibu Gubernur dalam membuka akses pendidikan bagi seluruh anak,” ujar Aries.

Menurut Aries, setiap anak memiliki latar belakang dan hambatan yang berbeda. Bagi anak yang kesulitan mengikuti pendidikan formal secara reguler, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menyediakan pilihan belajar dengan waktu dan pola pendampingan yang lebih fleksibel. Dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan agar anak dapat kembali belajar dan melanjutkan pendidikannya.

“Penanganan ATS dan APS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, PKBM, keluarga, dan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa anak-anak yang menghadapi hambatan pendidikan tetap mendapatkan pendampingan dan layanan belajar yang sesuai. Jangan sampai kondisi yang mereka hadapi hari ini menutup kesempatan untuk meraih cita-cita di masa depan,” pungkas Aries.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak