Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Kebijakan perpajakan pemerintah kembali menjadi sasaran kritik masyarakat

Muhammad Yunus
Minggu, 08 November 2026 | 19:53 WIB
Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut
demo pajak pembalut
Baca 10 detik
  • Ratusan perempuan Surabaya yang tergabung dalam Aliansi Surabaya Bergerak melakukan aksi demonstrasi memprotes pajak pembalut wanita.
  • Massa aksi juga mendesak pemerintah agar serius menangani korban bencana alam dan kebakaran hutan serta lahan secara transparan.
  • Demonstran menilai pemerintah perlu memperkuat fasilitas kesehatan yang sudah ada alih-alih membuat program baru yang berpotensi melemahkan pelayanan.

Putri menilai pemerintah tidak cukup hanya mengumumkan jumlah korban atau masyarakat terdampak.

Negara harus memastikan data tersebut akurat, melakukan pemantauan kesehatan, serta menyediakan langkah pencegahan dan penanganan jangka panjang, terutama bagi anak-anak.

"Kalau ada angka korban meninggal akibat karhutla dari hasil penelitian, pemerintah seharusnya mengkaji. Benar atau tidak, berapa jumlahnya, di mana, dan apa penyebabnya. Jangan dibiarkan begitu saja," ujarnya.

Dia mengibaratkan penanganan korban karhutla seperti pelayanan medis. Seorang dokter tidak cukup hanya memberikan pengobatan, tetapi juga harus melakukan pemantauan setelah pasien menjalani perawatan.

Baca Juga:Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Prinsip yang sama, menurut dia, semestinya diterapkan pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana.

Ironisnya, pemerintah kerap menggaungkan program pencegahan stunting dan ambisi mencetak Generasi Emas Indonesia.

Namun, di sisi lain, anak-anak yang tinggal di wilayah terdampak karhutla justru harus menghadapi ancaman udara tercemar.

"Paradoksnya, pemerintah bicara antistunting dan Generasi Emas, tetapi anak-anak di sana justru dipaksa menghirup udara beracun. Lalu bagaimana dengan pertumbuhan dan kesehatan mereka?" kritiknya.

Selain persoalan bencana, Putri juga mempertanyakan kebijakan penataan layanan kesehatan yang dinilai justru berpotensi melemahkan fasilitas yang sudah tersedia.

Baca Juga:Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Dia menyoroti rencana pengembangan layanan kesehatan berbasis Kode KDM yang disebutnya berpotensi menghadirkan fasilitas tanpa dokter, melainkan hanya mengandalkan bidan dan perawat.

Menurut dia, pemerintah seharusnya lebih dahulu memperkuat puskesmas dan puskesmas pembantu yang sudah ada, termasuk memperbaiki kualitas pelayanan dan kesejahteraan tenaga kesehatan.

"Kenapa fasilitas yang sudah ada tidak dibaguskan saja? Yang sudah bagus dibuat lebih bagus, yang masih kurang diperbaiki. Jangan terus membuat gebrakan baru, sementara persoalan mendasar belum selesai," katanya.

Bagi Putri, persoalan utama pemerintahan bukan semata-mata banyak atau sedikitnya program baru, melainkan kemampuan menjalankan kebijakan secara tepat dan bertanggung jawab.

"Niat baik kalau tidak diiringi kompetensi yang baik juga sama saja. Kami melihat persoalannya lebih kepada inkompetensi," ujarnya.

Kritik tersebut sekaligus menjadi gambaran kekecewaan demonstran yang merasa berbagai tuntutan masyarakat sejak 2024 belum mendapatkan penyelesaian memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak