SuaraJatim.id - Meski musim panen garam sudah lewat, namun stok garam rakyat yang belum terserap di petani garam Sumenep Madura Jawa Timur masih ada sebanyak 50 ribu ton.
"Musim panen memang sudah lewat. Tapi dari produksi kemarin, masih ada sekitar 50 ribu ton garam yang belum terserap pabrikan," kata Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Perras) Hasan Basri, Rabu (20/03/2019).
Hasan menduga tidak terserapnya garam rakyat oleh pabrik lantaran masuknya garam impor. Garam impor, diakui Hasan, selama ini menjadi pilihan pabrik karena kualitasnya yang lebih baik dan murah.
Akibatnya, Hasan menduga perusahaan enggan membeli garam lokal.
"Dugaan kami seperti itu. Biasanya pabrikan atau perusahaan dari Rembang datang ke centra produksi garam rakyat untuk melakukan pembelian. Tapi musim ini tidak ada.,” ujarnya.
Meski begitu, Hasan berharap agar persoalan tersebut disikapi serius oleh pemerintah dan para petani garam tidak menjadi korban.
"Kami berharap tidak ada impor garam, karena garam rakyat masih banyak yang menumpuk belum terserap," katanya.
Lebih lanjut, Hasan mengemukakan harga garam terus anjlok dalam beberapa bulan terakhir. Untuk tiap kilogramnya, garam rakyat dihargai antara Rp 900 hingga Rp 1.000.
"Berbeda dengan saat panen kemarin, harganya justru tinggi. Antara Rp 1.200 hingga Rp 1.500 per kg. Saat ini di saat stok garam tak sebanyak masa panen karena sekarang musim hujan, justru harganya rendah," ujarnya.
Baca Juga: Ongkir JNE Naik Hingga 19 Persen, Berlaku Mulai Besok
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri
-
PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Kemenhut Berhasil Padamkan Kebakaran 30 Hektare di Gunung Rinjani
-
Ruko Fotokopi di Ponorogo Rata dengan Tanah Usai Perselingkuhan Terbongkar