SuaraJatim.id - Gara-gara menebang enam pohon jati untuk menanam tanaman ketela, DR, warga Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dilaporkan ke polisi. Terkait pelaporan itu, DR diduga telah merusak dan menyebot lahan milik orang lain.
Pelapor adalah aktivis dari Lembaga Hukum Indonesia Jawa Timur, Sudiarto, selaku pengacara Indah Sri Wahyuni. Dia mendatangi Polsek Ngadiluwih melaporkan DR, suami Masrikag, yang notabene kerabat dari kliennya.
“Saudara Dori telah melakukan penebangan enam Pohon Jati dan menanam tanaman ketela di atas lahan milik almarhum Ngarif, kakek Indah Sri Wahyuni. Padahal berdasarkan keputusan Mahkamah Agung lahan tersebut berstatus quo,” ujar Sudiarto seperti dilansir Beritajatim.com, Kamis (28/3/2019).
Sudiarto mengakatan, DR sudah memotong enam pohon jati berukuran besar. Kemudian kayunya dijual kepada orang lain. “Kalau satu pohon Rp 6 juta, berarti untuk enam pohon Rp 36 juta,” imbuh Sudiarto.
Indah Sri Wahyuni yang kalah dalam sidang peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung, kata Sudiarto, berencana menempuh jalur Pengadilan Agama, untuk mencari ketetapan hak waris sebagai keturunan yang sah dari almarhum Ngarif, kakeknya.
Menindaklanjuti laporan Lembakum Jatim, Kapolsek Ngadiluwih AKP Sokhib Dimyati mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu berkas salinan Putusan PK Mahkamah Agung. Pihaknya berharap bisa menjembatani kedua belah pihak untuk melakukan mediasi karena masih berstatus sebagai keluarga.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri mengeksekusi sebuah rumah di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih yang ditempati keluarga Indah Sri Wahyuni pada awal Februari 2019 lalu. Eksekusi pengosongan rumah yang diwarnai kericuhan tersebut dilakukan setelah Mahkamah Agung mengabulkan permohonan keluarga Masrikah, kerabatnya.
Namun , pada tahun 2016 lalu, Indah sempat memenangkan sengketa kepemilikan rumah, yang awalnya dihuni oleh kerabatnya tersebut. Dalam eksekusi tersebut tidak hanya bangunan rumah, melainkan ada 10 bidang lahan yang ikut dieksekusi.
Baca Juga: Serba Putih, Jokowi Kampanye di Mamuju Sulawesi Barat
Berita Terkait
-
Ada ATM Beras untuk Fakir Miskin di Masjid Kediri, Inspiratif
-
Sembari Disetubuhi, Pemuda Bunuh Nenek Berusia 83 Tahun
-
Nenek Sukinem Tewas dengan Mulut Tersumpal, Dibunuh Berondong Pacarnya
-
Terbanyak di Jawa Timur, 12 Orang Meninggal karena DBD di Kediri
-
Wanita Tewas di Kamar Eks Lokalisasi, Habis Melahirkan Ditinggal Pacar
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun